Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MASKAPAI Qatar Airways mengonfirmasi penangguhan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Doha setelah otoritas setempat menutup ruang udara Qatar di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan resminya di akun X @qatarairways, Qatar Airways Group menyebut penangguhan dilakukan menyusul situasi keamanan yang berkembang cepat. Maskapai saat ini berkoordinasi erat dengan pemangku kepentingan pemerintah serta otoritas terkait untuk membantu penumpang yang terdampak.
"Operasional penerbangan akan kembali dijalankan setelah ruang udara dinyatakan aman dan dibuka kembali," tulis pihak maskapai.
Qatar Airways juga mengantisipasi keterlambatan jadwal penerbangan setelah operasional kembali normal. Untuk meminimalkan dampak terhadap penumpang, staf darat tambahan telah dikerahkan di Bandara Internasional Hamad dan sejumlah bandara utama lainnya.
“Keamanan penumpang serta karyawan selalu menjadi prioritas utama kami, dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” demikian pernyataan resmi maskapai.
"Informasi terbaru dapat diakses melalui situs resmi qatarairways.com, aplikasi Qatar Airways, serta kanal resmi perusahaan di X. Media dapat menghubungi Media Enquiry Centre di nomor +974 4022 2200," tulis pihak maskapai di akhir pernyataan.
Penutupan ruang udara Qatar terjadi setelah Iran meluncurkan serangan rudal balasan yang menghantam sejumlah ibu kota negara Teluk, termasuk Riyadh, Abu Dhabi, Dubai, Doha, dan Manama. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas gelombang serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Ledakan terdengar di berbagai kota, sementara asap terlihat membumbung dari kawasan Juffair di Bahrain yang menjadi lokasi pangkalan utama Angkatan Laut AS. Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan satu warga sipil tewas di Abu Dhabi akibat tertimpa puing.
Negara-negara Teluk yang kaya minyak dan gas, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, selama ini dikenal sebagai sekutu lama Washington dan menjadi tuan rumah berbagai fasilitas militer AS.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah rudal. Seorang jurnalis AFP menyaksikan rudal pencegat menghancurkan satu rudal di udara. Uni Emirat Arab mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya.
“Uni Emirat Arab hari ini menjadi sasaran serangan terang-terangan oleh rudal balistik Iran,” kata Kementerian Pertahanan UEA seperti dikutip dari AFP. “Pertahanan udara UEA merespons dengan efisiensi tinggi dan berhasil mencegat sejumlah rudal.”
Arab Saudi juga mengecam keras serangan tersebut. Seorang warga Lebanon yang tinggal di Riyadh mengungkapkan kepanikan yang dirasakannya. “Saya mendengar ledakan-ledakan itu, saya tidak tahu apa yang saya rasakan,” katanya. “Kami datang ke Teluk karena dikenal lebih aman daripada Lebanon. Sekarang saya tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana berpikir.”
Sebelumnya, eskalasi konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran, Sabtu (28/2). Operasi tersebut memicu serangan balasan cepat dari Teheran yang menyasar pangkalan militer AS serta wilayah negara-negara Teluk.
Serangan tersebut secara khusus menargetkan tokoh-tokoh penting di lingkaran kekuasaan Iran. “Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian termasuk di antara target serangan tersebut,” tulis Kan dikutip dari AFP.
Selain itu, penasihat pemimpin tertinggi sekaligus mantan Menteri Pertahanan Iran, Ali Shamkhani, juga dilaporkan menjadi target, meskipun hasil serangan terhadap para pejabat tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Seorang sumber keamanan Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan ancaman terhadap negaranya. “Dalam serangan pembuka kami, kami mengincar target-target profil tinggi, orang-orang yang terlibat dalam rencana untuk menghancurkan Israel,” kata sumber tersebut.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran pecahnya konflik terbuka berskala besar di Timur Tengah. Uni Eropa dilaporkan mulai mengevakuasi personel non-esensial dari kawasan tersebut sebagai langkah antisipatif terhadap potensi memburuknya situasi keamanan. (Ndf/I-1)
DK PBB gelar rapat darurat bahas serangan Israel-AS ke Iran. Sekjen PBB Antonio Guterres peringatkan risiko konflik regional yang hancurkan stabilitas.
Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara pemimpin de facto Arab Saudi tersebut dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ)
Pemerintah Kerajaan mengecam keras tindakan tersebut dan secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk melakukan aksi balasan demi melindungi kedaulatan negara.
Menlu Iran Abbas Araghchi pastikan Ayatollah Khamenei selamat. Ia juga menyebut wacana 'regime change' Trump mustahil dan beri syarat dialog dengan AS
Timur Tengah membara! Iran luncurkan 'Operasi Truthful Promise 4' dan serang pangkalan angkatan laut AS di Bahrain. Simak laporan terkini dampak serangan rudal tersebut di sini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved