Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Ledakan Pabrik Bioteknologi di Tiongkok Tewaskan 8 Orang

Ferdian Ananda Majni
08/2/2026 12:01
Ledakan Pabrik Bioteknologi di Tiongkok Tewaskan 8 Orang
Ilustrasi.(freepik)

LEDAKAN terjadi di pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja di sektor industri negara tersebut.

Ledakan pabrik di Tiongok itu dilaporkan terjadi pada Sabtu (7/2) pagi di fasilitas milik perusahaan bioteknologi Jiapeng yang berlokasi di Provinsi Shanxi. 

Kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, sebelumnya melaporkan tujuh orang tewas dan satu orang dinyatakan hilang akibat insiden tersebut.

Namun pada pembaruan terbaru, Xinhua mengonfirmasi bahwa korban ledakan pabrik di Tiongkok yang sempat dinyatakan hilang telah ditemukan meninggal dunia, sehingga total korban jiwa bertambah menjadi delapan orang.

Menurut laporan AFP, otoritas setempat juga telah menahan perwakilan hukum perusahaan terkait untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, proses pembersihan dan pengamanan lokasi masih terus berlangsung.

Asap berwarna kuning dilaporkan keluar dari area pabrik pascaledakan, memicu kekhawatiran akan potensi bahaya kimia. Aparat berwenang telah membentuk tim khusus guna menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

Kecelakaan industri bukanlah hal baru di Tiongkok, yang selama ini kerap disorot karena standar keselamatan kerja yang dinilai longgar. 

Pada awal tahun ini, sebuah ledakan di pabrik baja di wilayah utara Tiongkok menewaskan dua orang dan melukai 66 lainnya.

Sebelumnya, pada Juni 2025, ledakan di pabrik kembang api di Provinsi Hunan juga menelan sembilan korban jiwa serta menyebabkan 26 orang lainnya mengalami luka-luka.

Insiden terbaru ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap keselamatan kerja di sektor industri, khususnya pada fasilitas yang menangani bahan kimia dan bioteknologi berisiko tinggi. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya