Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Pengamat: Peringatan Prabowo Soal Perang Dunia III Cerminkan Realitas Global yang Genting

Dhika Kusuma Winata
02/2/2026 20:13
Pengamat: Peringatan Prabowo Soal Perang Dunia III Cerminkan Realitas Global yang Genting
Ilustrasi(Anadolu)

PENGAMAT hubungan internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai peringatan Presiden Prabowo Subianto mengenai ancaman Perang Dunia III merupakan gambaran nyata kondisi global yang kian rapuh dan penuh risiko. Menurutnya, penjelasan Presiden mencerminkan situasi dunia yang tidak lagi stabil terutama dengan potensi penggunaan senjata nuklir sebagai alat mencapai kepentingan nasional.

Pernyataan Rezasyah itu merespons pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional 2026 yang mengingatkan dunia berada di ambang risiko besar jika senjata nuklir digunakan dalam konflik global.

Rezasyah menyebut dampak perang dunia berskala nuklir tidak sekadar kehancuran fisik tetapi juga akan memicu penderitaan multidimensi yang berkepanjangan.

"Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pada masyarakat Indonesia, beginilah keadaan dunia, yang serba genting dan tidak terbayangkan dampaknya, bila ada negara yang menggunakan senjata nuklir guna mencapai kepentingan nasionalnya," kata Rezasyah ketika dihubungi, Senin (2/2).

Meski Indonesia bukan negara pemilik senjata nuklir, kata Rezasyah, kewaspadaan tetap mutlak diperlukan. Tren sejumlah negara yang berupaya memiliki senjata nuklir, baik secara terbuka maupun terselubung, menjadi ancaman nyata bagi stabilitas global.

Karena itu, Indonesia tidak boleh lengah terhadap dinamika geopolitik internasional yang berkembang cepat dan sulit diprediksi.

Rezasyah menyampaikan sikap Indonesia sejatinya sudah jelas dan konsisten yakni mendukung kawasan Asia Tenggara sebagai zona bebas senjata nuklir sebagaimana tertuang dalam Piagam ASEAN melalui South East Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ). Sikap tersebut, menurutnya, sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.

"Sebagai negara non-blok, sudah benar jika Indonesia tidak mengikatkan dirinya pada kepentingan negara adikuasa," ungkapnya.

Namun, Rezasyah mengingatkan sikap nonblok tersebut harus tetap aktif. Indonesia, katanya, perlu berperan dalam mendorong pemanfaatan teknologi nuklir secara damai, sekaligus memperkuat pembangunan nasional yang terencana dan berkelanjutan.

“Indonesia harus terus membangun kewaspadaan nasional, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya. Ia mengingatkan, sikap kehati-hatian Indonesia jangan sampai disalahartikan oleh pihak-pihak yang berkonflik sebagai keberpihakan terselubung kepada salah satu kubu.

"Indonesia perlu menjadi negara nonblok yang aktif dalam memprakarsai penggunaan nuklir secara damai. Pada saat yang sama, Indonesia perlu terus membangun secara terprogram dan berkelanjutan, disertai kewaspadaan nasional pemerintah dan masyarakatnya," kata Rezasyah.

"Jangan sampai sikat ini disalahartikan oleh pihak-pihak yang bertikai sebagai diam-diam membela salah satu pihak," tukasnya. (Dhk/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya