Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Dinilai Tidak Becus, Kim Jong-un Pecat Wakil Perdana Menteri Korut Secara Terbuka

Thalatie K Yani
21/1/2026 08:41
Dinilai Tidak Becus, Kim Jong-un Pecat Wakil Perdana Menteri Korut Secara Terbuka
Pemimpin Korut Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho secara langsung karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi pabrik mesin.(KCNA)

PEMIMPIN Korea Utara, Kim Jong-un, mengambil langkah drastis dengan memecat seorang Wakil Perdana Menteri kabinetnya secara terbuka. Pejabat tinggi tersebut dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam memimpin proyek modernisasi pabrik mesin strategis milik negara.

Media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan pada Selasa (20/1), Kim memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho "di tempat" saat menghadiri upacara peresmian tahap pertama proyek modernisasi di Kompleks Mesin Ryongsong pada hari Senin.

Dalam pidatonya, Kim Jong-un menyatakan bahwa proyek tersebut "menghadapi kesulitan dan menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit, serta mengalami kekacauan buatan manusia yang tidak perlu."

Tuduhan Ketidakkonsistenan dan Sikap Pasif

Pemecatan publik terhadap pejabat setingkat wakil perdana menteri merupakan kejadian yang jarang terjadi di Korea Utara. Kim menuduh Yang mencoba mengejek pusat partai dengan "ucapan dan tindakan yang tidak adil," serta menegaskan Yang sudah tidak lagi memenuhi syarat untuk menjabat posisi tersebut.

Kompleks Mesin Ryongsong yang berlokasi di Provinsi Hamgyong Selatan merupakan fasilitas vital yang memasok peralatan untuk tambang-tambang utama dan pabrik industri lainnya. Proyek modernisasi ini sendiri merupakan bagian dari rencana besar Kim yang dicanangkan pada kongres partai kedelapan tahun 2021 untuk memajukan industri pembangunan mesin negara.

Kim mengungkapkan bahwa partai terpaksa mengerahkan tim ahli untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap proyek tersebut. Hasilnya, ditemukan sekitar 60 masalah yang dilaporkan akibat implementasi yang buruk. Ia menuduh para pejabat kabinet yang bertanggung jawab hanya saling lempar tanggung jawab dan melakukan proteksionisme diri.

Penegakan Disiplin Menjelang Kongres Partai

Langkah tegas ini dipandang sebagai upaya Kim Jong-un untuk memperketat disiplin di kalangan pejabat ekonomi menjelang kongres partai kesembilan yang akan datang. Pada kongres tersebut, rezim diperkirakan akan memaparkan visi pembangunan ekonomi baru serta melakukan perombakan personel besar-besaran.

Partai Buruh Korea (WPK), menurut kutipan KCNA, "telah sampai pada tekad yang bulat... bahwa memutus praktik lama yang menaruh harapan pada mereka yang sudah terlalu lama terbiasa dengan kekalahan, ketidaktanggungjawaban, dan sikap pasif akan menjadi titik awal baru bagi perintisan dan pembangunan di masa depan."

Meskipun melakukan pemecatan, Kim Jong-un tetap menetapkan target modernisasi tahap berikutnya untuk kompleks tersebut, serta memberikan instruksi terperinci guna mendorong pengembangan industri mesin nasional. (Yonhap/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya