Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

WNI Diculik Bajak Laut Gabon, Pemerintah Upayakan Penyelamatan

Andhika Prasetyo
14/1/2026 08:38
WNI Diculik Bajak Laut Gabon, Pemerintah Upayakan Penyelamatan
Ilustrasi(Antara)

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Gabon untuk mengupayakan penyelamatan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penculikan bajak laut di perairan Gabon. Langkah ini dilakukan menyusul insiden pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 yang terjadi pada Minggu (11/1) waktu setempat.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya korban WNI dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, sejak awal informasi pembajakan diterima, Kemlu langsung bergerak melalui perwakilan Indonesia di kawasan.

“Segera setelah mendapat informasi pembajakan, Kemlu melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” ujar Heni dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Selasa.

Selain berkoordinasi dengan otoritas Gabon, KBRI Yaounde juga telah meminta pembaruan informasi terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak, khususnya mereka yang berhasil lolos dari penculikan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan hak-hak para ABK WNI pascakejadian pembajakan tersebut.

Dalam insiden itu, pelaku pembajakan diketahui menculik sembilan dari total 12 awak kapal IB FISH 7. Tiga awak kapal lainnya, termasuk dua WNI, berhasil lolos dari penculikan dan bertahan di atas kapal hingga akhirnya diselamatkan oleh otoritas setempat. Kapal tersebut kemudian dikawal hingga tiba dengan aman di Libreville, ibu kota Gabon.

Heni memastikan bahwa para WNI yang selamat berada dalam kondisi aman. Sementara itu, Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi pengejaran terhadap para pelaku penculikan. Di sisi lain, KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan otoritas terkait untuk memastikan penanggung jawab kapal tetap memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan para ABK WNI, termasuk bagi keluarga yang terdampak. “Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” kata Heni.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Charles Hubert Bekale Meyong mengonfirmasi bahwa korban penculikan dalam peristiwa tersebut terdiri dari empat WNI dan lima warga negara China. Ia menjelaskan bahwa kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat beroperasi sekitar tujuh mil laut tenggara Equata di perairan Gabon. Pernyataan tersebut disampaikan Meyong sebagaimana ditayangkan televisi nasional Gabon 24 pada Senin waktu setempat.

Meyong juga memastikan bahwa situasi keamanan maritim di Gabon saat ini telah berada dalam kendali pemerintah di tingkat tertinggi. Ia menegaskan seluruh langkah yang diperlukan telah diambil untuk menjamin keamanan perairan serta mendukung upaya penyelamatan para korban penculikan. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya