Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut memiliki kepentingan strategis terhadap Venezuela. Hal itu melatarbelakangi keputusan Washington untuk melancarkan serangan militer dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.
Anggota Kongres dari Partai Demokrat asal Massachusetts, Jake Auchincloss mengungkapkan pandangannya mengenai motif di balik operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berlangsung pada akhir pekan tersebut.
Dalam operasi itu, pasukan AS menggempur ibu kota Caracas dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya atas perintah langsung Presiden Donald Trump.
Menurut Auchincloss, tujuan utama pemerintahan Trump bukanlah pemberantasan narkoba maupun terorisme.
"Ini adalah pertumpahan darah demi minyak. Ini tidak ada hubungannya dengan perdagangan narkoba," kata Auchincloss dikutip CNN, Senin (5/1).
"Ini selalu tentang fakta bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia," tambahnya.
Auchincloss juga menilai bahwa jalur utama perdagangan narkoba justru mengarah ke Eropa. Ia menyebut kokain bukanlah jenis narkoba yang paling mematikan bagi warga Amerika Serikat.
"Itu adalah fentanyl yang berasal dari Tiongkok," ujarnya.
Tak lama setelah mengumumkan penangkapan Maduro, Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menguasai sumber daya minyak Venezuela.
Trump mengatakan perusahaan-perusahaan minyak dan gas asal AS akan menanamkan investasi besar-besaran untuk mengelola sektor energi negara Amerika Latin tersebut.
"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak," sebut Trump dalam konferensi pers di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, seperti dikutip CNBC.
"Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini," tambahnya.
Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak lebih besar dibandingkan Arab Saudi dan Iran. Total cadangan minyak negara tersebut mencapai sekitar 303 miliar barel atau sekitar 17% dari total cadangan minyak dunia.
"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak," ujar Trump kembali dalam konferensi pers tersebut.
Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak asal Amerika Serikat yang masih beroperasi di Venezuela. Perusahaan itu mengekspor sekitar 140.000 barel minyak per hari dari negara tersebut pada kuartal keempat tahun 2025.
Ketegangan antara Trump dan Maduro sebenarnya telah berlangsung sejak masa jabatan pertama Trump sebagai presiden. Namun, hubungan kedua negara kembali memanas sejak September tahun lalu, bertepatan dengan periode kedua kepemimpinan Trump.
Pada saat itu, pasukan AS menggempur sebuah kapal yang membawa warga sipil di perairan lepas Venezuela dengan alasan kapal tersebut mengangkut narkoba. Serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut kemudian terus berlanjut selama beberapa bulan.
Amerika Serikat juga sempat mengerahkan pasukan dan persenjataan di wilayah dekat perbatasan Karibia.
Melihat rangkaian tindakan tersebut, Pemerintah Venezuela meyakini bahwa tujuan Washington adalah menggulingkan pemerintahan Maduro dan menguasai sumber daya alam negara tersebut. (E-4)
ANGGOTA Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menilai krisis politik di Venezuela menjadi bukti nyata bahaya konfrontasi langsung terhadap hegemoni kekuatan besar dunia.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, memandang penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat (AS) sebagai persoalan yang melampaui urusan dua negara.
KOREA Utara (Korut) mengumumkan telah melakukan uji coba rudal hipersonik pada Minggu (4/1).
MENTERI Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menyatakan, bahwa sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
SETELAH rangkaian ledakan bom dan dentuman akibat serangan militer Amerika Serikat mereda pada Sabtu (3/1) pagi, warga Venezuela berbondong-bondong keluar rumah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved