Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

MA Venezuela Tunjuk Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara usai Penangkapan Nicolas Maduro

Ferdian Ananda Majni
04/1/2026 13:45
MA Venezuela Tunjuk Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara usai Penangkapan Nicolas Maduro
Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal USS Iwo Jima.(Tangkapan layar/Ant/Truth Social @realDonaldTrump)

MAHKAMAH Agung (MA) Venezuela bergerak cepat menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pelaksana tugas presiden setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden Donald Trump.

Penangkapan Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, disebut terjadi di kediaman mereka menyusul serangan militer AS ke Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Pemerintah AS berdalih tindakan tersebut terkait tuduhan narkoterorisme dan perdagangan senjata.

Delcy Rodriguez mengecam keras penangkapan itu dan menyebutnya sebagai tindakan penculikan. Ia mendesak Presiden Trump segera membebaskan Maduro.

MA Venezuela kemudian menetapkan Rodriguez untuk memimpin negara sementara waktu. Penetapan itu diumumkan pada Sabtu malam, tak lama setelah Maduro dilaporkan dibawa ke pusat tahanan Metro Detention Center di Brooklyn, New York.

Dalam putusannya, MA menyatakan Maduro berada dalam kondisi ketidakmungkinan material dan sementara untuk menjalankan fungsinya. Karena itu, Rodriguez ditugaskan melanjutkan dan menjalankan sebagai pelaksana tugas presiden Republik Bolivarian Venezuela, untuk menjamin keberlanjutan administratif dan pertahanan komprehensif negara.

Putusan tersebut dibacakan langsung oleh Hakim Tania D’Amelio dan disiarkan melalui televisi nasional Venezuela, sebagaimana dikutip dari CNN, Minggu (4/1).

Konstitusi Venezuela mengatur bahwa apabila presiden mengalami halangan sementara maupun permanen, wakil presiden akan mengambil alih jabatan kepala negara.

Sebelumnya, Rodriguez menegaskan bahwa penangkapan Maduro dilakukan secara tidak sah oleh Amerika Serikat atas perintah Trump.

"Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores," kata Rodriguez dalam siaran pers bersama Dewan Pertahanan Nasional Venezuela, Sabtu sore.

Ia menilai penangkapan tersebut sebagai tindakan penculikan yang melanggar hukum internasional serta mencederai kedaulatan wilayah Venezuela. (CNN/Fer/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya