Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Yaman menolak pernyataan Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) yang mengumumkan fase transisi selama dua tahun menuju sebuah referendum mengenai masa depan wilayah selatan negara itu.
Anadolu pada Sabtu, mengutip pernyataan yang disiarkan televisi, Wakil Menteri Kehakiman Yaman Faisal Al-Majidi mengatakan deklarasi politik STC tidak memiliki nilai hukum dan tidak sesuai dengan konstitusi serta hukum Yaman.
Pada Jumat (2/1), Ketua STC, Aidrous Al-Zubaidi menyatakan dalam pidatonya di televisi bahwa masa transisi tersebut akan mencakup referendum rakyat yang digelar di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Al-Zubaidi menuturkan bahwa referendum tersebut terkait apa yang disebutnya hak rakyat selatan untuk menentukan nasib sendiri.
Namun, Al-Zubaidi tidak memberikan rincian struktur otoritas transisi, jadwal dialog dengan pihak utara, maupun pengaturan teknis pelaksanaan referendum tersebut. PBB juga tidak memberikan dukungan terhadap rencana yang diusulkan itu.
Menanggapi pengumuman Al-Zubaidi, Wakil Menteri Al-Majidi mengatakan langkah STC merupakan pemberontakan terhadap legitimasi Yaman dan menegaskan bahwa dewan tersebut menyadari tidak ada negara yang dapat didirikan tanpa Hadhramaut dan Al-Mahra—dua wilayah di bagian timur Yaman.
Wakil Menteri itu juga memperingatkan bahwa perkembangan politik dan situasi lapangan di Hadhramaut akan menimbulkan perpecahan yang sangat serius dalam isu selatan.
Sementara itu, anggota Dewan Syura Yaman Salah Batis menilai pengumuman Al-Zubaidi sebagai pemberontakan terhadap negara dan institusinya.
Batis mengatakan deklarasi konstitusional yang dikeluarkan STC adalah ilegal dan menambahkan bahwa langkah tersebut melemahkan upaya mencapai konsensus nasional dan solusi politik yang komprehensif di Yaman.
Batis turut menegaskan bahwa proyek yang disebut sebagai “Negara Arab Selatan” tidak memiliki legitimasi apa pun serta tidak memiliki tempat dalam sejarah.
Yaman sedang menghadapi ketegangan yang meningkat tajam yang sebelumnya pernah terjadi sejak Selasa, (30/12) setelah pasukan STC mengambil alih Hadhramaut dan Al-Mahra pada awal Desember. Kedua provinsi tersebut mencakup hampir setengah wilayah Yaman dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi.
Arab Saudi pada hari yang sama menuduh Uni Emirat Arab (UEA) mendorong pasukan STC melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan kerajaan di Hadhramaut dan Al-Mahra. Abu Dhabi kemudian membantah tuduhan tersebut.
STC menyatakan bahwa pemerintahan Yaman selama ini telah meminggirkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi, serta menyerukan pemisahan diri. Pemerintah Yaman menolak klaim tersebut dan menegaskan kembali komitmen terhadap persatuan negara. (Ant/P-3)
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya membentuk PBB baru melalui peluncuran Dewan Perdamaian.
PETA geopolitik dunia kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menggantikan peran PBB.
AS tidak lagi melihat PBB sebagai pilar stabilitas global, melainkan sebagai beban yang menghalangi dominasi unilateral Washington.
UNITED Nations Global Compact merupakan inisiatif PBB yang mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Presiden Donald Trump melontarkan wacana bahwa lembaga barunya, Board of Peace, mungkin akan menggantikan PBB dalam menyelesaikan konflik global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved