Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di kawasan Asia Timur kembali memanas setelah Korea Utara mengeluarkan peringatan keras terhadap Jepang. Pyongyang menegaskan bahwa ambisi Tokyo untuk memiliki senjata atom harus dihentikan ‘dengan biaya apa pun’ guna mencegah bencana kemanusiaan global.
Pernyataan tersebut dirilis oleh Direktur Institut Studi Jepang di bawah Kementerian Luar Negeri Korea Utara melalui Korean Central News Agency (KCNA) pada Minggu (21/12). Reaksi tajam ini muncul menyusul laporan media Jepang, Kyodo News, yang mengutip seorang pejabat anonim di Kantor Perdana Menteri Jepang. Pejabat tersebut dilaporkan menyatakan bahwa 'Negeri Matahari Terbit' seharusnya memiliki senjata nuklir sendiri dengan alasan kemandirian keamanan.
"Pada akhirnya, kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri," ujar sumber tersebut saat menjelaskan urgensi kepemilikan senjata nuklir bagi Tokyo.
Pyongyang menilai pernyataan itu bukan sekadar kelalaian bicara, melainkan cerminan dari ambisi lama Jepang yang telah melampaui ‘garis merah’. "Upaya Jepang untuk menjadi negara nuklir harus dicegah karena hal itu akan membawa bencana besar bagi umat manusia, khususnya negara-negara di kawasan Asia," ungkap pejabat kementerian tersebut.
Namun, kritik pedas Korea Utara ini dinilai kontradiktif oleh banyak pengamat internasional. Sejak uji coba atom pertamanya pada 2006, Pyongyang secara konsisten mengembangkan persenjataan nuklirnya meski menghadapi rentetan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hingga saat ini, 'Negeri Juche' diyakini telah memiliki puluhan hulu ledak nuklir. Pemimpin tertinggi Kim Jong Un berulang kali menegaskan bahwa senjata pemusnah massal tersebut merupakan ‘hak kedaulatan’ dan instrumen pertahanan mutlak terhadap ancaman militer dari Amerika Serikat dan sekutunya. (Japan Times/B-3)
Angka kelahiran Jepang 2025 jatuh ke rekor terendah 705.809 bayi. Pemerintah fokus naikkan pendapatan generasi muda untuk atasi krisis demografi yang kian akut.
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Seorang donatur misterius menyerahkan 21 kg emas batangan senilai Rp60 miliar ke Pemerintah Kota Osaka, Jepang, untuk perbaikan pipa air tua.
Korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja.
Program ini dirancang untuk memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat Sumut, baik di dalam maupun luar negeri.
Jepang tangkap kapal nelayan Tiongkok di Nagasaki. Ketegangan meningkat seiring sikap keras PM Sanae Takaichi terkait isu Taiwan dan ancaman militer Beijing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved