Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Korea Utara Kecam Rencana Jepang Miliki Senjata Nuklir

Haufan Hasyim Salengke
21/12/2025 12:47
Korea Utara Kecam Rencana Jepang Miliki Senjata Nuklir
Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Kim Son Gyong, mengatakan dalam pidatonya di PBB pada bulan September bahwa negaranya tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya.(UN Photo/Loey Felipe)

KETEGANGAN di kawasan Asia Timur kembali memanas setelah Korea Utara mengeluarkan peringatan keras terhadap Jepang. Pyongyang menegaskan bahwa ambisi Tokyo untuk memiliki senjata atom harus dihentikan ‘dengan biaya apa pun’ guna mencegah bencana kemanusiaan global.

Pernyataan tersebut dirilis oleh Direktur Institut Studi Jepang di bawah Kementerian Luar Negeri Korea Utara melalui Korean Central News Agency (KCNA) pada Minggu (21/12). Reaksi tajam ini muncul menyusul laporan media Jepang, Kyodo News, yang mengutip seorang pejabat anonim di Kantor Perdana Menteri Jepang. Pejabat tersebut dilaporkan menyatakan bahwa 'Negeri Matahari Terbit' seharusnya memiliki senjata nuklir sendiri dengan alasan kemandirian keamanan.

"Pada akhirnya, kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri," ujar sumber tersebut saat menjelaskan urgensi kepemilikan senjata nuklir bagi Tokyo.

Pyongyang menilai pernyataan itu bukan sekadar kelalaian bicara, melainkan cerminan dari ambisi lama Jepang yang telah melampaui ‘garis merah’. "Upaya Jepang untuk menjadi negara nuklir harus dicegah karena hal itu akan membawa bencana besar bagi umat manusia, khususnya negara-negara di kawasan Asia," ungkap pejabat kementerian tersebut.

Namun, kritik pedas Korea Utara ini dinilai kontradiktif oleh banyak pengamat internasional. Sejak uji coba atom pertamanya pada 2006, Pyongyang secara konsisten mengembangkan persenjataan nuklirnya meski menghadapi rentetan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hingga saat ini, 'Negeri Juche' diyakini telah memiliki puluhan hulu ledak nuklir. Pemimpin tertinggi Kim Jong Un berulang kali menegaskan bahwa senjata pemusnah massal tersebut merupakan ‘hak kedaulatan’ dan instrumen pertahanan mutlak terhadap ancaman militer dari Amerika Serikat dan sekutunya. (Japan Times/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik