Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Federal Australia secara signifikan akan memperkuat undang-undang ujaran kebencian sebagai respons tegas terhadap tragedi penembakan massal di Bondi. Langkah ini mencakup pengawasan ketat terhadap pengkhotbah agama serta pemberian wewenang baru untuk menolak atau membatalkan visa bagi individu yang menyebarkan "kebencian dan perpecahan."
Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese mengumumkan langkah-langkah tersebut, Kamis (18/12), menyusul tekanan publik yang kian meningkat untuk memberantas kebencian terhadap komunitas Yahudi. Pengumuman ini bertepatan dengan suasana duka saat ribuan pelayat menghadiri pemakaman Matilda yang berusia 10 tahun, korban termuda dari 15 jiwa yang tewas dalam serangan teroris di perayaan Hanukah tersebut.
Dalam pernyataannya, Albanese mengakui pemerintahannya seharusnya bisa berbuat lebih banyak untuk memerangi antisemitisme sejak pecahnya konflik Hamas-Israel pada 7 Oktober 2023. "Tentu saja, lebih banyak hal selalu bisa dilakukan. Pemerintah tidak sempurna. Saya tidak sempurna," ujar PM Albanese secara terbuka.
Setelah mengadakan rapat komite keamanan nasional, Albanese menyatakan dukungan penuh terhadap 13 rekomendasi yang diajukan Jillian Segal untuk memerangi antisemitisme. Beberapa poin utama dalam rencana baru tersebut meliputi:
Menteri Dalam Negeri Tony Burke menambahkan undang-undang ini akan menurunkan ambang batas pembuktian dalam penuntutan ujaran kebencian. Menurutnya, selama ini banyak individu atau organisasi yang bergerak di "zona abu-abu" hukum tanpa bisa ditindak secara legal.
"Saat ini, kami mengumumkan bahwa kami menggeser ambang batas tersebut," tegas Burke.
Albanese menegaskan serangan di Bondi, yang diduga terinspirasi kelompok ISIS, bukan hanya serangan terhadap komunitas Yahudi. Hal Peristiwa itu menjadi serangan terhadap nilai-nilai kehidupan Australia.
"Warga Australia terkejut dan marah. Saya pun marah. Jelas kita perlu berbuat lebih banyak untuk memerangi momok jahat ini, jauh lebih banyak," katanya.
Selain reformasi hukum, Menteri Pendidikan Jason Clare mengumumkan pembentukan satuan tugas yang dipimpin tokoh bisnis David Gonski untuk menangani antisemitisme di sistem pendidikan. "Anak-anak tidak dilahirkan sebagai antisemit atau rasis. Ini adalah sesuatu yang diajarkan dan dipelajari," ujar Clare.
Pemerintah juga bekerja sama dengan Komisaris eSafety untuk merumuskan saran teknis dalam mengatasi penyebaran antisemitisme di dunia maya. Meski perubahan hukum ini dianggap kompleks, PM Albanese tidak menutup kemungkinan untuk memanggil kembali parlemen selama musim panas guna mempercepat pengesahan undang-undang tersebut. (The Guardian/Z-2)
Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi penembakan massal yang menewaskan 15 orang di perayaan Hanukkah Bondi dipicu oleh ideologi 'Islamic State'.
Insiden penembakan terjadi di salah satu lokasi paling ikonik di Sydney, Pantai Bondi, menyebabkan kepanikan besar.
Australia menerapkan larangan akses media sosial bagi pengguna di bawah 16 tahun.
YouTube menilai aturan baru Australia yang melarang pengguna di bawah 16 tahun mengakses media sosial tergesa-gesa dan justru dapat membahayakan anak.
Setelah negosiasi panjang, Australia menyepakati reformasi hukum lingkungan termasuk pembentukan regulator lingkungan independen.
Aparat dan media Australia melaporkan keduanya diduga berbaiat kepada ISIS, sehingga insiden tersebut ditetapkan sebagai aksi terorisme.
Sejumlah negara Muslim dan organisasi Islam mengecam keras penembakan mematikan di Pantai Bondi yang menargetkan komunitas Yahudi saat Hanukkah.
Sebanyak 15 orang tewas dalam penembakan di Bondi Beach, Sydney, yang ditetapkan sebagai aksi teror antisemit.
Spanyol telah mengumumkan langkah-langkah besar-besaran terhadap Israel, termasuk embargo senjata total, untuk menghentikan genosida di Gaza.
Prancis memanggil Dubes AS, Charles Kushner, setelah surat kritik soal antisemitisme dan rencana pengakuan Palestina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved