Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Serangan di Hari Raya Yahudi, Dunia Kecam Penembakan Bondi

Ferdian Ananda Majni
15/12/2025 14:02
Serangan di Hari Raya Yahudi, Dunia Kecam Penembakan Bondi
Ilustrasi(Xinhua)

KECAMAN atas penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia terus mengalir dari berbagai pemimpin dunia. Serangan yang terjadi saat perayaan hari raya umat Yahudi, Hanukkah, pada Minggu (14/12) itu memicu reaksi keras dari sejumlah negara.

Amerika Serikat, Prancis, Selandia Baru, India, Pakistan, Polandia, Serbia, Libanon, Iran, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan kecaman atas aksi kekerasan yang menewaskan puluhan korban tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menegaskan penolakan keras Washington terhadap serangan yang menargetkan komunitas Yahudi.

"Amerika Serikat dengan tegas mengutuk serangan teroris di Australia yang menargetkan perayaan Yahudi. Antisemitisme tidak memiliki tempat di dunia ini. Doa kami menyertai para korban serangan mengerikan ini, komunitas Yahudi, serta rakyat Australia," tulis Rubio dalam pernyataannya di platform X.

Dari Eropa, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan sikap negaranya terhadap antisemitisme.

"Antisemitisme, di mana pun ia muncul, selalu berujung pada tindakan kriminal. Hari ini, Polandia berdiri bersama Australia dalam masa duka ini," ujar Tusk melalui X.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan solidaritas langsung kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Menurut laporan penyiar BFMTV, Macron menghubungi Albanese untuk menyatakan dukungan Prancis kepada para korban.

"Prancis menyampaikan simpati kepada para korban, mereka yang terluka, serta orang-orang terkasih mereka. Kami turut merasakan duka rakyat Australia dan akan terus berjuang tanpa henti melawan kebencian antisemit, di mana pun ia terjadi," kata Macron.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic turut mengutuk serangan tersebut dan menegaskan komitmen negaranya dalam menentang antisemitisme serta mendukung komunitas Yahudi.

Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon juga menyatakan keterkejutannya atas tragedi di Bondi. Dalam unggahan di X, Luxon menyebut dirinya terkejut dengan pemandangan yang menyedihkan di Bondi.

"Pikiran saya dan pikiran seluruh warga Selandia Baru bersama mereka yang terkena dampak," tambahnya.

Kecaman serupa disampaikan Presiden Libanon Joseph Aoun. Ia menilai tragedi tersebut merupakan dampak dari sistem yang menyebarkan gagasan kebencian, ekstremisme, dan permusuhan terhadap pihak lain, serta menggunakan kekerasan untuk memonopoli agama, etnis maupun kepentingan politik.

Iran, meskipun memiliki hubungan yang memburuk dengan Australia sejak Canberra menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran sebagai organisasi teroris pada November lalu, turut mengecam insiden tersebut. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan penolakan terhadap kekerasan terhadap warga sipil.

"Sebagai prinsip, Iran mengutuk serangan kekerasan terhadap warga sipil di Sydney, Australia. Terorisme dan pembunuhan massal harus dikutuk, di mana pun itu dilakukan, karena merupakan tindakan ilegal dan kriminal," kata Baghaei di X.

Dari Asia Selatan, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan kecaman keras dan duka cita kepada para korban.

Melalui X, Modi mengatakan ia sangat mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa tulusnya kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyampaikan simpati mendalam. 

"Kami berdiri dalam solidaritas dengan rakyat dan Pemerintah Australia di masa sulit ini," tulis Sharif di X.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres turut mengutuk insiden tersebut. Melalui media sosial X, Guterres menyatakan dirinya terkejut dan mengecam serangan mematikan yang keji hari ini.

Penembakan terjadi ketika pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah warga di Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu. Kepolisian New South Wales menyebutkan sedikitnya 16 orang tewas, termasuk satu pelaku, sementara sekitar 40 orang lainnya mengalami luka-luka. Dua anggota kepolisian juga dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Menurut penyiar publik Israel, KAN, serangan berlangsung saat upacara penyalaan lilin Hanukkah yang dihadiri oleh komunitas Yahudi setempat. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya