Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

4 Tewas usai AS Hancurkan Kapal Diduga Pembawa Narkotika di Pasifik

Thalatie K Yani
05/12/2025 08:08
4 Tewas usai AS Hancurkan Kapal Diduga Pembawa Narkotika di Pasifik
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkotika di Pasifik Timur, menewaskan empat orang. ( U.S. Southern Command)

MILITER Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sebuah kapal yang diduga digunakan untuk menyelundupkan narkotika di wilayah Pasifik Timur, Kamis (4/12). Serangan tersebut menewaskan empat orang di dalam kapal, menurut pernyataan US Southern Command melalui media sosial.

Southern Spear melakukan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal di perairan internasional yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Telah Ditunjuk. Intelijen memastikan bahwa kapal tersebut membawa narkotika ilegal dan melintas di jalur yang dikenal sebagai rute penyelundupan narkotika di Pasifik Timur. Empat laki-laki narco-terrorists di dalam kapal tewas,” tulis komando tersebut dalam pernyataan.

Unggahan itu turut menyertakan video berdurasi 21 detik. Video itu memperlihatkan momen ketika kapal tersebut dihantam serangan.

Serangan terbaru ini berlangsung ketika Pentagon masih menghadapi kritik bipartisan terkait insiden pada September lalu. Dalam peristiwa tersebut, militer AS menembakkan serangan lanjutan terhadap kapal yang juga diduga terlibat narkotika, menewaskan para awak yang selamat. Hingga kini, sedikitnya 87 orang telah tewas dalam 23 serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai sebagai bagian dari operasi yang diberi nama Operation Southern Spear. Pemerintahan Trump menyatakan operasi itu bertujuan menekan peredaran narkotika.

Kongres AS

Pada Kamis, Laksamana Angkatan Laut AS Frank “Mitch” Bradley memberikan penjelasan kepada para anggota Kongres terkait insiden September itu. Briefing tersebut menjadi bentuk pengawasan paling signifikan sejauh ini terhadap kampanye militer presiden di kawasan Karibia.

Setelah mengikuti pemaparan yang mencakup tayangan video insiden, anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik menunjukkan reaksi berbeda. Seorang anggota Demokrat menyebut video tersebut sebagai “salah satu hal paling mengganggu” yang pernah ia lihat selama menjabat. Namun Ketua panel, anggota DPR dari Partai Republik Rick Crawford, menilai serangan kedua tersebut dapat dibenarkan. Ketua Komite Intelijen Senat, Tom Cotton, juga menyatakan pandangan serupa.

Belum jelas apakah publik akan dapat melihat rekaman serangan lanjutan tersebut. Presiden Trump pada Rabu mengatakan pemerintahannya akan “pasti” merilis video itu, namun hingga Kamis malam rekaman tersebut belum dipublikasikan, meski video serangan terbaru sudah dirilis.

Sebagian besar anggota Partai Republik menyatakan dukungan terhadap operasi ini, meskipun sejumlah pakar hukum menilai kampanye tersebut kemungkinan melanggar hukum. Serangan pada 2 September menjadi pusat perhatian bipartisan, termasuk komitmen dari Komite Angkatan Bersenjata Senat untuk melakukan pengawasan lebih lanjut.

Trump dalam beberapa kesempatan juga menyatakan bahwa AS bersiap meningkatkan serangan terhadap pihak yang diduga terlibat penyelundupan narkotika, bahkan hingga menyasar target di Venezuela.

“Kita akan mulai melakukan serangan di darat juga,” katanya dalam rapat Kabinet pada Selasa. “Kita tahu di mana mereka tinggal. Kita tahu di mana para pelaku berada, dan kita akan memulai itu segera.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik