Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jutaan Orang masih Terjebak Banjir, Pemerintah Thailand Copot Pejabat

Ferdian Ananda Majni
03/12/2025 17:04
Jutaan Orang masih Terjebak Banjir, Pemerintah Thailand Copot Pejabat
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul.(Dok. thaigov.go.th)

SEPERTI di Indonesia, Thailand masih berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak banjir besar di berbagai daerah. Di sisi lain, Pemerintah Pusat Thailand juga langsung menjalankan evaluasi kinerja para pejabat yang dianggap lalai memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Bupati dan kepala kepolisian pun dicopot.

 

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) Thailand melaporkan bahwa banjir berkepanjangan di wilayah selatan Thailand masih memengaruhi sekitar 1,7 juta penduduk di 1.911 desa yang tersebar di delapan provinsi. Direktur Jenderal DDPM, Teerapat Kachamat pada konferensi pers, pukul 10.30 waktu setempat menyampaikan bahwa hingga Rabu (3/12) pagi, banjir masih terjadi di 284 tambon di 52 distrik.

 

Delapan provinsi terdampak tersebut meliputi: Surat Thani, Nakhon Si Thammarat, Trang, Phatthalung, Songkhla, Pattani, Yala dan Narathiwat.

 

Rinciannya sebagai berikut:

  • Surat Thani: 4 distrik, 12 tambon, 18 desa; 675 rumah tangga terdampak, air mulai surut.
  • Nakhon Si Thammarat: 8 distrik, 38 tambon, 254 desa; 57.070 rumah tangga terdampak.
  • Trang: 9 distrik, 66 tambon, 482 desa; 23.152 rumah tangga terdampak
  • Phatthalung: 6 distrik, 12 tambon, 42 desa; 7.899 rumah tangga terdampak.

 

  • Songkhla: 16 distrik, 127 tambon, 997 desa; 582.053 rumah tangga terdampak.
  • Pattani: 2 distrik, 10 tambon, 9 desa; 1.651 rumah tangga terdampak.
  • Yala: 3 distrik, 5 tambon, 8 desa; 1.436 rumah tangga terdampak.
  • Narathiwat: 4 distrik, 14 tambon, 101 desa; 28.928 rumah tangga terdampak.

 

DDPM menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah mengalami tren penurunan ketinggian air, namun beberapa zona masih berada pada kondisi kritis.

 

Besarnya kerusakan dan tingginya jumlah korban membuat pemerintah pusat mengambil langkah cepat. Bupati Hat Yai dicopot sementara kepala kepolisian setempat dipindahkan dari jabatannya.

 

Keduanya dinilai lalai karena tidak memberikan peringatan dini yang memadai saat hujan deras memicu kenaikan air secara drastis. Akibat kegagalan sistem peringatan itu, banyak warga tidak sempat mengevakuasi diri dan akhirnya terjebak ketika banjir melanda kota.

 

PM Thailand Minta Maaf

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas lemahnya respons pemerintah daerah dalam menghadapi bencana.

 

Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk perbaikan sistem koordinasi peringatan dini di seluruh wilayah rawan. Anutin juga memastikan bahwa jajaran pemerintah pusat akan turun langsung ke wilayah terdampak untuk menilai kerusakan dan mempercepat proses pemulihan.

 

Pemerintah menyiapkan paket bantuan besar yang mencakup pinjaman lunak, bantuan finansial komprehensif, serta dukungan bagi korban untuk memulai kembali aktivitas sehari-hari.

 

Menurut laporan Bangkok Post, inspeksi langsung dinilai menjadi langkah penting untuk memetakan kerusakan secara akurat dan mempercepat pemulihan di lapangan. (M-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik