Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sat Set-nya PM Thailand Beri Kompensasi Rp1 Miliar, tak Perlu Cek Dokumen? 

Ferdian Ananda Majni
03/12/2025 11:14
Sat Set-nya PM Thailand Beri Kompensasi Rp1 Miliar, tak Perlu Cek Dokumen? 
Banjir di Selatan Thailand(Sosial media X)

PERDANA Menteri atau PM Thailand Anutin Charnvirakul telah meninjau langsung daerah banjir yang melanda Songkhla, Thailand. PM Anutin lantas memerintahkan The Emergency Flood Crisis Operations Centre (EFCOC) untuk menghapus prosedur birokrasi yang dianggap menghambat pencairan kompensasi bagi keluarga korban meninggal.

Pemerintah Thailand memberikan kompensasi sebesar 2 juta Baht atau sekitar Rp1 miliar bagi keluarga korban yang meninggal dunia.

Juru bicara EFCOC, Siripong Angkasakulkiat, Senin (1/12) siang pukul 12.05 waktu setempat, menjelaskan Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana atau DDPM menggunakan peta banjir digital dan data registrasi rumah tangga daring. Tujuannya memverifikasi para penerima manfaat sehingga para korban tak perlu menunjukkan dokumen fisik untuk mendapat kompensasi itu.

Lalu, para dokter pemerintah akan menilai kematian korban disebabkan oleh komplikasi tidak langsung yang berkaitan dengan banjir atau tidak dan mereka dapat menerima kompensasi tersebut.

PM Thailand juga memerintahkan percepatan perbaikan fasilitas publik, termasuk layanan air bersih. Di Hat Yai, layanan air ledeng diperkirakan pulih sepenuhnya pada Rabu, (3/12).

EFCOC juga menginstruksikan instansi terkait mempercepat pembersihan sampah pascanbanjir dan jalan raya. Tujuannya warga dapat pulang ke rumah masing-masing. Pemerintah Thailand pasang target itu dilakukan dalam tujuh haru sedangkan untuk kawasan Hat Yai diharapkan dapat pulih dalam 14 hari.

Banjir menerjang 10 provinsi di Thailand selatan. Provinsi Hat Yai di Provinsi Songkhla menjadi daerah paling terdampak setelah curah hujan ekstrem 335 mm dalam satu hari, ini angka tertinggi dalam 300 tahun terakhir.

Bencana ini mengakibatkan 181 orang meninggal dunia. Sedangkan ratusan warga lainnya dilaporkan hilang. Operasi pencarian masih terus dilakukan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik