Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCARIAN terhadap ratusan warga yang belum ditemukan setelah kebakaran besar di Wang Fuk Court, Hong Kong memasuki babak yang semakin memilukan. Dua hari setelah kompleks hunian itu dilalap api dan menewaskan sedikitnya 128 orang, keluarga korban terus bergerak dari satu titik identifikasi ke titik lainnya demi menemukan kerabat mereka.
Fung ialah salah satu dari keluarga korban. Ia kehilangan kontak dengan ibu mertuanya sejak hari kebakaran.
Meski dua hari telah berlalu, ia belum menyerah untuk membawanya pulang. Pencarian membawanya dan istrinya ke pusat identifikasi korban, tempat mereka menelusuri foto-foto jenazah. “Ini sangat menyiksa karena saya harus melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ingin saya lihat,” ujarnya.
Dua kunjungan tanpa hasil membuat mereka melanjutkan pencarian ke Rumah Sakit Prince of Wales pada Jumat (28/11). Namun ia diberi tahu tak ada rumah sakit umum yang menerima wanita lanjut usia itu.
Fung terakhir berbicara dengan sang ibu mertua pada siang hari saat kebakaran Wang Fuk Court terjadi, Rabu (26/11), tetapi panggilan berikutnya tiga jam kemudian tidak dijawab. Besarnya kebakaran di tujuh gedung apartemen itu membuat api baru bisa benar-benar padam dua hari kemudian.
Fung kemudian meminta polisi memastikan apakah petugas sudah masuk ke unit sang mertua. “Mereka hanya menjawab, saya mengerti, tapi saya tidak tahu. Saya mendengar jawaban itu 20 sampai 30 kali hari ini,” katanya. Baginya, menyerah bukan pilihan terutama setelah keponakannya yang berusia tujuh tahun bertanya di mana neneknya.
Di rumah sakit yang sama, seorang perempuan bermarga Wong menangis setelah gagal menemukan kakak iparnya, Tina, dan saudara kembarnya. “Kami tidak bisa menemukan mereka. Kami pergi ke berbagai rumah sakit untuk menanyakan apakah ada kabar baik,” kata perempuan berusia 38 tahun itu.
Pencarian juga dilakukan Jan Yeung, 46. Ia menemukan foto ibunya yang berusia 70 tahun sedang diangkat ke tandu melalui sebuah berita, namun setelah menghubungi semua rumah sakit umum, ia tetap tidak menemukannya. “Kami sama sekali tidak menemukannya. Tidak ada yang memberi kami kabar apa pun,” ujarnya.
Sekitar 15 menit dari Prince of Wales Hospital, suasana muram tampak di kamar jenazah umum, tempat keluarga yang kehilangan kerabat datang untuk mengidentifikasi jenazah. Di area parkir, petugas menurunkan puluhan kantong jenazah hitam saat keluarga korban tiba menggunakan bus antarjemput.
Fay Siu, pimpinan Asosiasi Hak Korban Kecelakaan Industri, memberikan dukungan emosional kepada keluarga di lokasi tersebut. Ia menggambarkan situasi di sana menyedihkan dan suram.
Menurutnya, pemerintah perlu menyusun rencana dan mempersiapkan langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memberikan bantuan menyeluruh kepada mereka yang mengalami kehilangan traumatis. “Sebagian kehilangan anggota keluarga… Mereka harus mengurus pemakaman segera sambil berusaha mengendalikan emosi pada saat yang sama,” ujarnya.
Hingga saat ini masih sekitar 200 orang dinyatakan hilang dari kompleks apartemen yang berpenghuni sekitar 4600 orang. Di antara korban meninggal, terdapat 7 WNI dan 79 lainnya masih dicari. Seluruhnya adalah pekerja migran Indonesia (PMI). (AFP/M-1)
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong mengonfirmasi bahwa 129 warga negara Indonesia (WNI) berhasil selamat dari peristiwa kebakaran.
PEMIMPIN Hong Kong, John Lee, Selasa (2/12), mengumumkan pembentukan komite independen yang dipimpin hakim untuk menyelidiki penyebab tragedi kebakaran di Apartemen Wang Fuk Court.
Hong Kong, Sabtu (29/11), memberlakukan masa berkabung selama tiga hari menyusul kebakaran di Wang Fuk Court yang menewaskan 128 orang.
Hingga pukul 15.00 pada Kamis, pihak berwenang melaporkan setidaknya 55 orang tewas, termasuk dua pekerja rumah tangga (PRT) Indonesia, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved