Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Trump Umumkan Suriah Gabung Koalisi Anti-ISIS, Langkah Bersejarah dalam Kebijakan Luar Negeri AS

Thalatie K Yani
11/11/2025 06:51
Trump Umumkan Suriah Gabung Koalisi Anti-ISIS, Langkah Bersejarah dalam Kebijakan Luar Negeri AS
Presiden Donald Trump mengumumkan bergabungnya Suriah ke dalam koalisi internasional melawan ISIS. (Syrian Presidency press office)

PEMERINTAH Amerika Serikat mengumumkan Suriah akan bergabung dalam koalisi internasional untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah, menurut seorang pejabat senior pemerintahan Trump yang dikutip CBS News.

Pengumuman tersebut disampaikan usai Presiden Donald Trump menerima kunjungan resmi Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Gedung Putih,  pertemuan pertama antara pemimpin kedua negara dalam sejarah. Hubungan diplomatik AS dan Suriah sebelumnya terputus sejak 2012, namun Trump telah berupaya memulihkannya setelah tumbangnya rezim Bashar al-Assad.

Dalam konferensi pers di Ruang Oval, Trump menyatakan optimismenya terhadap masa depan Suriah di bawah kepemimpinan al-Sharaa.
“Kami ingin melihat Suriah menjadi negara yang sukses,” ujar Trump. “Dan saya pikir pemimpin ini bisa melakukannya. Saya benar-benar yakin.”

Trump menambahkan bahwa akan ada “pengumuman lebih lanjut,” namun tidak memberikan rincian.

Kunjungan ini merupakan pertemuan ketiga antara Trump dan al-Sharaa setelah dua pertemuan sebelumnya di sela-sela pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada Mei dan Majelis Umum PBB pada September.

Al-Sharaa sendiri merupakan sosok kontroversial. Sebelum menjadi presiden interim Suriah, ia dikenal sebagai mantan pemimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham, faksi bersenjata yang sebelumnya berafiliasi dengan Al-Qaeda. Hingga empat bulan lalu, namanya masih tercantum dalam daftar teroris resmi AS dengan imbalan sebesar US$10 juta.

Namun, pekan lalu Departemen Keuangan AS menghapus namanya dari daftar “teroris global yang ditunjuk secara khusus,” membuka jalan bagi perubahan citra politiknya.

Sejak memegang jabatan, al-Sharaa berupaya memperbaiki citra publiknya dan menegaskan komitmen untuk membangun kembali Suriah dengan dukungan internasional. Meski begitu, masa pemerintahannya tetap diwarnai laporan kekerasan terhadap minoritas Alawi dan bentrokan antara milisi Sunni serta kelompok Druze.

Trump menilai masa lalu al-Sharaa adalah bagian dari perjalanan politiknya. “Dia memiliki masa lalu yang sulit,” ujar Trump. “Dan, sejujurnya, jika Anda tidak punya masa lalu yang sulit, Anda mungkin tidak akan punya kesempatan.”

Pada Juni lalu, Trump juga menandatangani perintah eksekutif mencabut sanksi terhadap Suriah, dengan alasan membantu “jalan menuju stabilitas dan perdamaian.” Gedung Putih menyebut pihaknya akan terus memantau langkah pemerintah baru Suriah, termasuk dalam upaya menormalisasi hubungan dengan Israel dan menindak kelompok militan asing di wilayahnya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik