Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kekacauan Penerbangan di AS: Keterlambatan Naik 14% Akibat Krisis Pengendali Lalu Lintas Udara

Thalatie K Yani
11/11/2025 06:29
Kekacauan Penerbangan di AS: Keterlambatan Naik 14% Akibat Krisis Pengendali Lalu Lintas Udara
Ilustrasi(freepik)

KETERLAMBATAN penerbangan di seluruh Amerika Serikat meningkat tajam sebesar 14% pada akhir pekan lalu akibat masalah pengendalian lalu lintas udara. Data ini diungkap dalam analisis terbaru yang dilakukan America for Airlines, asosiasi utama maskapai komersial di AS.

Analisis terhadap data penundaan dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan 61% dari total menit keterlambatan yang tercatat antara 7–9 November disebabkan kekurangan staf pengendali lalu lintas udara. Angka ini melonjak dari 47% pada enam hari pertama bulan November.

Sebagai perbandingan, pada Oktober lalu, masalah kekurangan staf hanya menyumbang 16% dari total menit penundaan. Sementara pada sembilan bulan pertama tahun 2025, persentasenya hanya sekitar 5%.

Krisis ini diperparah dengan kebijakan FAA yang mewajibkan maskapai untuk memangkas 4% penerbangan di 40 bandara terbesar di seluruh negeri. Kebijakan tersebut memicu ribuan penundaan dan pembatalan penerbangan selama akhir pekan.

Meski kekurangan staf dan pengurangan penerbangan dianggap sebagai dua persoalan berbeda, data gabungan dari sejumlah maskapai besar, termasuk Delta, Southwest, United, dan American Airlines, menunjukkan  sekitar 60% pembatalan penerbangan yang terkait kekurangan staf disebabkan pengurangan penerbangan yang diwajibkan FAA.

“Data menunjukkan dampak kebijakan pengurangan penerbangan tidak hanya pada operasional maskapai, tetapi juga memperburuk krisis keterlambatan akibat kurangnya personel,” demikian isi ringkasan data yang dirilis America for Airlines.

Sementara itu, penumpang yang berhasil berangkat dan mendarat di tujuan mereka tetap mengalami berbagai kendala, termasuk keterlambatan panjang di landasan pacu serta waktu kedatangan yang tidak menentu. Beberapa awak kabin bahkan kehilangan jadwal penerbangan lanjutan atau mencapai batas jam kerja maksimum sebelum pesawat bisa lepas landas.

Kondisi ini memperlihatkan tekanan besar yang dihadapi industri penerbangan AS di tengah upaya menstabilkan operasional pascapandemi. Dengan semakin padatnya jadwal perjalanan musim liburan, para pelaku industri mendesak FAA dan pemerintah untuk segera mengatasi krisis tenaga kerja yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas pada sistem penerbangan nasional. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya