Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Krisis Penutupan Pemerintah AS Picu Pemangkasan Penerbangan Massal, 800 Lebih Penerbangan Dibatalkan

Thalatie K Yani
08/11/2025 08:54
Krisis Penutupan Pemerintah AS Picu Pemangkasan Penerbangan Massal, 800 Lebih Penerbangan Dibatalkan
Ilustrasi(freepik)

PENUTUPAN pemerintah Amerika Serikat yang kini menjadi yang terpanjang dalam sejarah telah memaksa otoritas penerbangan melakukan langkah drastis. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mulai memangkas jadwal penerbangan komersial di seluruh negeri untuk menjaga keselamatan, di tengah kekurangan staf pengatur lalu lintas udara yang tidak menerima gaji selama penutupan berlangsung.

Pemangkasan jadwal penerbangan dimulai dengan pengurangan 4% dan akan meningkat menjadi 10% pada 14 November. Kebijakan ini berlaku antara pukul 06.00 hingga 22.00 dan memengaruhi seluruh maskapai komersial, termasuk bandara utama seperti JFK di New York dan LAX di Los Angeles.

“Kami melihat tanda-tanda tekanan dalam sistem, jadi kami secara proaktif mengurangi jumlah penerbangan agar masyarakat tetap dapat terbang dengan aman,” ujar Administrator FAA Bryan Bedford.

Menurut situs pelacak penerbangan FlightAware, hingga Jumat pagi lebih dari 800 penerbangan yang terhubung ke AS telah dibatalkan. Sekitar 80% pembatalan global hari itu terkait dengan gangguan di wilayah udara Amerika.

Menteri Transportasi Sean Duffy memperingatkan pembatalan bisa melonjak hingga 20% jika situasi tidak segera diselesaikan. “Jika penutupan ini tidak segera berakhir, semakin banyak pengatur lalu lintas udara yang tidak akan masuk kerja,” katanya kepada Fox News.

Krisis ini berawal dari kebuntuan antara Partai Republik dan Demokrat terkait anggaran, yang menyebabkan ribuan pekerja federal, termasuk pengatur lalu lintas udara, bekerja tanpa bayaran.

Duffy juga mengumumkan 40 bandara dengan lalu lintas tinggi akan mengalami pengurangan operasional secara bertahap. Ia menuding Demokrat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas potensi “kekacauan besar-besaran” di sektor penerbangan, meski kebuntuan ini disebabkan oleh kedua pihak yang gagal mencapai kesepakatan.

Data dari firma analitik Cirium memperkirakan pemangkasan ini bisa berdampak pada 1.800 penerbangan dan lebih dari 268.000 kursi penumpang.

Maskapai besar seperti United, Delta, dan Southwest mulai membatalkan penerbangan sejak Kamis malam. CEO United Airlines, Scott Kirby, menyatakan pihaknya akan terus menyesuaikan jadwal secara berkala “agar pelanggan mendapatkan pemberitahuan lebih awal dan gangguan dapat diminimalkan”.

Sementara Delta Air Lines menegaskan akan mematuhi arahan FAA dan berupaya tetap mengoperasikan sebagian besar penerbangannya sesuai jadwal.

Kondisi ini terjadi hanya dua minggu menjelang libur Thanksgiving, periode tersibuk dalam perjalanan udara AS, menambah tekanan politik bagi Kongres untuk segera mencapai kesepakatan guna mengakhiri penutupan pemerintah. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik