Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENUTUPAN pemerintah Amerika Serikat yang kini menjadi yang terpanjang dalam sejarah telah memaksa otoritas penerbangan melakukan langkah drastis. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mulai memangkas jadwal penerbangan komersial di seluruh negeri untuk menjaga keselamatan, di tengah kekurangan staf pengatur lalu lintas udara yang tidak menerima gaji selama penutupan berlangsung.
Pemangkasan jadwal penerbangan dimulai dengan pengurangan 4% dan akan meningkat menjadi 10% pada 14 November. Kebijakan ini berlaku antara pukul 06.00 hingga 22.00 dan memengaruhi seluruh maskapai komersial, termasuk bandara utama seperti JFK di New York dan LAX di Los Angeles.
“Kami melihat tanda-tanda tekanan dalam sistem, jadi kami secara proaktif mengurangi jumlah penerbangan agar masyarakat tetap dapat terbang dengan aman,” ujar Administrator FAA Bryan Bedford.
Menurut situs pelacak penerbangan FlightAware, hingga Jumat pagi lebih dari 800 penerbangan yang terhubung ke AS telah dibatalkan. Sekitar 80% pembatalan global hari itu terkait dengan gangguan di wilayah udara Amerika.
Menteri Transportasi Sean Duffy memperingatkan pembatalan bisa melonjak hingga 20% jika situasi tidak segera diselesaikan. “Jika penutupan ini tidak segera berakhir, semakin banyak pengatur lalu lintas udara yang tidak akan masuk kerja,” katanya kepada Fox News.
Krisis ini berawal dari kebuntuan antara Partai Republik dan Demokrat terkait anggaran, yang menyebabkan ribuan pekerja federal, termasuk pengatur lalu lintas udara, bekerja tanpa bayaran.
Duffy juga mengumumkan 40 bandara dengan lalu lintas tinggi akan mengalami pengurangan operasional secara bertahap. Ia menuding Demokrat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas potensi “kekacauan besar-besaran” di sektor penerbangan, meski kebuntuan ini disebabkan oleh kedua pihak yang gagal mencapai kesepakatan.
Data dari firma analitik Cirium memperkirakan pemangkasan ini bisa berdampak pada 1.800 penerbangan dan lebih dari 268.000 kursi penumpang.
Maskapai besar seperti United, Delta, dan Southwest mulai membatalkan penerbangan sejak Kamis malam. CEO United Airlines, Scott Kirby, menyatakan pihaknya akan terus menyesuaikan jadwal secara berkala “agar pelanggan mendapatkan pemberitahuan lebih awal dan gangguan dapat diminimalkan”.
Sementara Delta Air Lines menegaskan akan mematuhi arahan FAA dan berupaya tetap mengoperasikan sebagian besar penerbangannya sesuai jadwal.
Kondisi ini terjadi hanya dua minggu menjelang libur Thanksgiving, periode tersibuk dalam perjalanan udara AS, menambah tekanan politik bagi Kongres untuk segera mencapai kesepakatan guna mengakhiri penutupan pemerintah. (The Guardian/Z-2)
FAA mencabut pembatasan penerbangan di 40 bandara setelah hampir dua minggu menyebabkan ribuan keterlambatan dan pembatalan.
Data terbaru menunjukkan keterlambatan penerbangan di seluruh AS meningkat 14% pada akhir pekan lalu akibat kekurangan staf pengendali lalu lintas udara.
Pemerintah AS akan memangkas jumlah penerbangan di 40 bandara tersibuk akibat kekurangan pengendali lalu lintas udara selama penutupan pemerintahan.
Krisis Goverment shutdown memaksa FAA memangkas hingga 10% penerbangan di 40 bandara besar AS.
Gubernur Kentucky Andy Beshear mengonfirmasi sedikitnya tujuh orang tewas akibat kecelakaan pesawat UPS di Louisville.
Perang di Iran memaksa penutupan ruang udara Uni Emirat Arab (UEA) secara total. Simak status terbaru penerbangan Emirates, Etihad, hingga Qatar Airways.
Air New Zealand terpaksa batalkan 1.100 jadwal penerbangan menyusul lonjakan harga bahan bakar jet akibat konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Perang Iran berdampak pembatalan 64 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali. 8 ribu lebih penumpang tak dapat melakukan perjalanan karena ruang udara di Timur Tengah ditutup sementara.
DAMPAK perang Iran terus meluas hingga memengaruhi konektivitas udara internasional.
WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap aspek keselamatan, kepastian layanan, hingga perlindungan penumpang.
Lebih dari 3.400 penerbangan dibatalkan dan 300.000 penumpang terdampar akibat perang Iran dan penutupan ruang udara di Timur Tengah. Simak situasi terkini di Bandara Dubai, Doha, dan Abu Dhabi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved