Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Pertimbangkan Izinkan Hongaria Beli Minyak Rusia di Tengah Sanksi AS

Thalatie K Yani
08/11/2025 06:38
Trump Pertimbangkan Izinkan Hongaria Beli Minyak Rusia di Tengah Sanksi AS
Presiden AS Donald Trump membuka peluang bagi PM Hongaria Viktor Orban untuk membeli minyak Rusia, meski sanksi masih diberlakukan terhadap Moskow.(Media Sosial X)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mempertimbangkan pemberian izin khusus bagi Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban untuk tetap membeli minyak Rusia. Meski ada sanksi yang diberlakukan guna menekan Moskow terkait perang di Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Jumat (8/11) waktu setempat, saat Orban melakukan kunjungan ke Gedung Putih. “Kami mungkin akan memberikan pengecualian karena sangat sulit bagi dia [Orban] untuk mendapatkan minyak dan gas dari wilayah lain,” ujar Trump.

Langkah ini muncul setelah AS bulan lalu memasukkan dua perusahaan minyak terbesar Rusia dalam daftar hitam. AS juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara atau pihak mana pun yang tetap membeli minyak dari perusahaan tersebut.

Setelah pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Hongaria menulis di platform X bahwa AS telah memberikan Budapest “pengecualian penuh dan tanpa batas terhadap sanksi minyak dan gas.”

Trump menambahkan meski Hongaria menghadapi tantangan logistik karena tidak memiliki akses langsung ke laut. Ia mengaku “sangat terganggu” oleh negara-negara Eropa lain yang tetap membeli komoditas Rusia meski tidak terkurung daratan.

Orban, yang dikenal sebagai sekutu dekat Trump di Eropa dan kerap menolak tekanan Uni Eropa terhadap Moskow, kembali membela hubungan energinya dengan Rusia. “Pipa minyak bukanlah hal yang ideologis atau politis, melainkan kenyataan fisik,” ujarnya, menekankan keterbatasan negaranya yang tidak memiliki pelabuhan.

Ketergantungan Hongaria pada energi Rusia telah menjadi senjata politik bagi Orban untuk mempertahankan hubungan baik dengan Moskow sekaligus memperkuat posisinya menjelang pemilu tahun depan. Ia berjanji menyediakan “energi murah dari Rusia” kepada para pemilihnya.

Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Orban juga membahas perang di Ukraina, termasuk kemungkinan menggelar pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Dia [Orban] memahami Putin dan mengenalnya dengan sangat baik... Saya pikir Viktor merasa perang itu akan segera berakhir,” kata Trump.

Sementara itu, Orban menegaskan hanya AS dan Hongaria yang sungguh-sungguh menginginkan perdamaian di Ukraina. “Pemerintah lain ingin perang terus berlanjut karena mereka berpikir Ukraina bisa menang di garis depan, padahal itu kesalahpahaman,” ujarnya.

Ketika Trump bertanya apakah Ukraina bisa memenangkan perang, Orban menjawab singkat, “Kau tahu, keajaiban bisa saja terjadi.”

Selain soal energi, Orban juga menghadapi tekanan ekonomi akibat tarif baru Trump terhadap produk-produk Eropa, yang memukul industri otomotif Hongaria. Meski sering berselisih dengan para pemimpin Uni Eropa terkait isu migrasi dan demokrasi, Trump justru memuji Orban. “Eropa seharusnya sangat menghormati pemimpin ini, karena dia benar soal imigrasi,” kata Trump. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya