Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mempertimbangkan pemberian izin khusus bagi Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban untuk tetap membeli minyak Rusia. Meski ada sanksi yang diberlakukan guna menekan Moskow terkait perang di Ukraina.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Jumat (8/11) waktu setempat, saat Orban melakukan kunjungan ke Gedung Putih. “Kami mungkin akan memberikan pengecualian karena sangat sulit bagi dia [Orban] untuk mendapatkan minyak dan gas dari wilayah lain,” ujar Trump.
Langkah ini muncul setelah AS bulan lalu memasukkan dua perusahaan minyak terbesar Rusia dalam daftar hitam. AS juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara atau pihak mana pun yang tetap membeli minyak dari perusahaan tersebut.
Setelah pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Hongaria menulis di platform X bahwa AS telah memberikan Budapest “pengecualian penuh dan tanpa batas terhadap sanksi minyak dan gas.”
Trump menambahkan meski Hongaria menghadapi tantangan logistik karena tidak memiliki akses langsung ke laut. Ia mengaku “sangat terganggu” oleh negara-negara Eropa lain yang tetap membeli komoditas Rusia meski tidak terkurung daratan.
Orban, yang dikenal sebagai sekutu dekat Trump di Eropa dan kerap menolak tekanan Uni Eropa terhadap Moskow, kembali membela hubungan energinya dengan Rusia. “Pipa minyak bukanlah hal yang ideologis atau politis, melainkan kenyataan fisik,” ujarnya, menekankan keterbatasan negaranya yang tidak memiliki pelabuhan.
Ketergantungan Hongaria pada energi Rusia telah menjadi senjata politik bagi Orban untuk mempertahankan hubungan baik dengan Moskow sekaligus memperkuat posisinya menjelang pemilu tahun depan. Ia berjanji menyediakan “energi murah dari Rusia” kepada para pemilihnya.
Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Orban juga membahas perang di Ukraina, termasuk kemungkinan menggelar pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Dia [Orban] memahami Putin dan mengenalnya dengan sangat baik... Saya pikir Viktor merasa perang itu akan segera berakhir,” kata Trump.
Sementara itu, Orban menegaskan hanya AS dan Hongaria yang sungguh-sungguh menginginkan perdamaian di Ukraina. “Pemerintah lain ingin perang terus berlanjut karena mereka berpikir Ukraina bisa menang di garis depan, padahal itu kesalahpahaman,” ujarnya.
Ketika Trump bertanya apakah Ukraina bisa memenangkan perang, Orban menjawab singkat, “Kau tahu, keajaiban bisa saja terjadi.”
Selain soal energi, Orban juga menghadapi tekanan ekonomi akibat tarif baru Trump terhadap produk-produk Eropa, yang memukul industri otomotif Hongaria. Meski sering berselisih dengan para pemimpin Uni Eropa terkait isu migrasi dan demokrasi, Trump justru memuji Orban. “Eropa seharusnya sangat menghormati pemimpin ini, karena dia benar soal imigrasi,” kata Trump. (BBC/Z-2)
Pemerintah Hongaria secara resmi mengumumkan penarikannya dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Keputusan itu usai kedatangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
PERDANA Menteri Hongaria Viktor Orban mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengunjungi Hongaria.
PM Hongaria, Viktor Orban, mengklaim mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak memberikan dukungan keuangan untuk perang di Ukraina.
Pemimpin Hongaria tersebut membuat marah para pemimpin Uni Eropa lainnya ketika ia bertemu dengan Putin pada September
Kontroversi ini dipicu oleh pemberian grasi atau pengampunan pelaku pedofilia yang sempat bertugas sebagai mantan wakil direktur panti asuhan.
Hungaria dan Slowakia masih menjadi salah satu dari sedikit negara Eropa yang tetap mengimpor minyak dan gas Rusia setelah invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina pada 2022.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor atas barang-barang dari India menyusul pembelian minyak dari Rusia.
India menegaskan bahwa impor minyak dari Rusia merupakan kontrak jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved