Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar menilai Israel terus mencari alasan untuk merusak kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Pelanggaran yang terjadi dinilai dilakukan Israel dengan dalih yang dibuat-buat, salah satunya terkait proses pengembalian jenazah sandera warga Yahudi.
Israel dan Hamas saling tuding terkait pelanggaran gencatan senjata. Amerika Serikat (AS) selaku mediator utama kesepakatan kemudian menegaskan gencatan senjata masih berlaku dan mengancam Hamas untuk menaatinya.
Menurut Smith, Hamas sejak awal sudah menjelaskan pengembalian jenazah para sandera Israel membutuhkan waktu karena sebagian masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan. Namun, upaya tersebut terhambat karena Israel tidak mengizinkan masuknya alat berat seperti eskavator dan buldoser ke Jalur Gaza.
“Yang melakukan berbagai pelanggaran adalah Israel dengan berbagai alasan yang dicari-cari, terutama terkait sisa jenazah sandera warga Yahudi,” kata Smith ketika dihubungi, Selasa (21/10).
Smith juga mengungkapkan, eksekusi terhadap delapan warga Gaza yang disebut sebagai kolaborator Israel menjadi dalih baru bagi Tel Aviv untuk menekan Hamas. Ia menilai kelompok-kelompok itu justru dibentuk oleh Israel untuk memicu konflik internal di kalangan warga Palestina.
Lebih lanjut, Smith menjelaskan AS sejak awal berpihak pada Israel dalam proses perundingan. Meski demikian, Hamas akhirnya menerima proposal gencatan senjata 20 poin setelah utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, melakukan pendekatan pribadi dalam pembicaraan rahasia di Sharm el-Sheikh.
Smith menilai gencatan senjata yang berlaku saat ini memang rapuh sejak awal. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut tengah berupaya menggagalkan kesepakatan karena tujuan utama Israel untuk menghancurkan Hamas.
"Witkoff menjamin bahwa Israel akan mematuhi kesepakatan dan memahami bahwa pencarian sisa jenazah sandera memerlukan waktu, Hamas akhirnya menyetujui dan meratifikasi gencatan senjata tahap pertama. Terbukti apa yang ditakutkan Hamas yaitu Israel tak akan menepati janji, jadi kenyataan," ucap Smith.
"Gencatan senjata memang rapuh sejak awal. Kini Benjamin Netanyahu menunjukkan sikap aslinya dengan berupaya menggagalkan kesepakatan tersebut karena tujuan utama perang Israel, yakni mengalahkan Hamas secara militer dan politik, belum tercapai," tambahnya.
Di tengah situasi itu, Presiden AS Donald Trump juga mengirim sejumlah pejabat tinggi untuk menekan Israel agar menghormati kesepakatan. Steve Witkoff dan Jared Kushner terbang ke Tel Aviv disusul Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance yang juga melakukan kunjungan ke Israel.
Menurut Smith, Trump mengutus orang-orang kepercayaannya karena tindakan Israel yang melanggar kesepakatan tidak hanya mencoreng reputasi AS di dunia internasional.
"Trump mengirim orang-orang terdekatnya karena pelanggaran yang dilakukan Israel tidak hanya merusak reputasi dan kredibilitas Amerika Serikat tapi juga membuat Israel kian terisolasi," tukas Smith. (Z-10)
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
Mu’ti menuturkan, pertemuan berlangsung kondusif dan terbuka, tanpa perdebatan tajam antarormas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved