Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH insiden mengejutkan dan memalukan terjadi di ruang sidang Delhi, ketika seorang pengacara India melemparkan sepatu ke arah Ketua Mahkamah Agung (MA) India, BR Gavai. Peristiwa ini dilihat secara luas di India sebagai penghinaan publik yang sangat serius dan pelanggaran keamanan di lembaga peradilan tertinggi.
Insiden tersebut dikonfirmasi tiga pengacara yang berada di ruang sidang. Salah satu pengacara mengatakan sepatu itu "menyentuh Ketua MA dan hakim lainnya... dan jatuh di belakang mereka."
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai pengacara Rakesh Kishore, meneriakkan, "India tidak akan mentolerir penghinaan terhadap Sanatan Dharma [Hindu]," saat ia diamankan petugas keamanan dan digiring keluar dari ruang sidang. Kishore kemudian dikenakan sanksi skorsing dari praktik hukum.
Menurut pengacara Ravi Shanker Jha, Kishore melempar sepatunya, lalu mengangkat tangan untuk menunjukkan ia yang melakukannya. Meskipun terjadi kekacauan, Ketua MA Gavai tetap tenang dan meminta pengacara yang hadir untuk melanjutkan argumen mereka tanpa terganggu. Gavai sendiri tidak berkomentar publik mengenai insiden tersebut.
Kishore kemudian menjelaskan kepada media daring India The Print bahwa aksinya dipicu oleh penolakan permohonan pengadilan baru-baru ini yang dipimpin oleh Ketua MA, di mana Gavai juga membuat komentar tentang dewa Hindu, Wisnu.
Bulan lalu, saat menolak petisi untuk merekonstruksi patung Dewa Wisnu setinggi tujuh kaki di sebuah kuil di negara bagian Madhya Pradesh, Ketua MA Gavai dilaporkan mengatakan: "Ini murni litigasi kepentingan publisitas... Pergi dan minta Dewa itu sendiri untuk melakukan sesuatu."
Komentar ini memicu kontroversi, dengan beberapa pihak menuduhnya mengejek kepercayaan Hindu. Kishore, yang mengaku "tidak bisa tidur sejak 16 September" ketika Gavai membuat pernyataan itu, menyatakan, "Dia tidak hanya menolak menerima permohonan itu, tetapi juga mengolok-olok Dewa Wisnu."
Melempar sepatu di depan umum dianggap sebagai tindakan tidak hormat dan penghinaan yang mendalam di India dan banyak negara lainnya. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut serangan sepatu itu "sangat terkutuk," bergabung dengan paduan suara kritik dari seluruh spektrum politik.
Modi dilaporkan telah berbicara dengan Hakim Gavai, menyatakan bahwa serangan itu telah membuat marah setiap orang India. "Tidak ada tempat bagi tindakan tercela seperti itu di masyarakat kita," tegas Perdana Menteri.
Meskipun otoritas India kemudian menyatakan bahwa tidak ada tuntutan yang akan diajukan terhadap Rakesh Kishore, insiden ini secara tajam menyoroti sensitivitas isu agama dan perlunya pengamanan ketat terhadap figur peradilan tertinggi di negara tersebut. (BBC/Z-2)
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved