Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

21 Poin Rencana Trump Akhiri Perang Gaza Disampaikan kepada Pemimpin Arab dan Muslim

Haufan Hasyim Salengke
25/9/2025 07:43
21 Poin Rencana Trump Akhiri Perang Gaza Disampaikan kepada Pemimpin Arab dan Muslim
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.([Brendan Smialowsky/AFP])

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyampaikan sebuah rencana untuk mengakhiri perang Gaza dalam pertemuan dengan para pemimpin Arab dan Muslim minggu ini, kata utusannya, Rabu (24/9), sementara badan pertahanan sipil Gaza melaporkan puluhan orang tewas dalam serangan terbaru Israel.

Utusan AS Steve Witkoff, yang telah terlibat dalam upaya mediasi selama berbulan-bulan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua tahun, mengatakan Trump telah merinci rencana 21 poin untuk perdamaian di Timur Tengah dan Gaza dalam pertemuan hari Selasa dengan sekelompok pemimpin dari negara-negara Arab dan muslim.

"Kami berharap, dan bahkan bisa saya katakan yakin, bahwa dalam beberapa hari mendatang kami akan dapat mengumumkan semacam terobosan," ujar Witkoff dalam pertemuan puncak di sela-sela Sidang Umum PBB.

Menurutnya, rencana tersebut “mengatasi kekhawatiran Israel serta kekhawatiran semua negara tetangga di kawasan ini", tanpa merinci 21 poin tersebut.

Sebelumnya, usulan Trump agar AS mengendalikan Gaza dan memindahkan penduduknya memicu kemarahan global.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Minggu lalu menjadi pemimpin dunia terbaru yang mengecam rencana Trump.

"Tidak seorang pun memiliki kekuatan untuk mengusir penduduk Gaza dari tanah air abadi mereka," kata Erdogan kepada para wartawan di bandara Istanbul sebelum terbang ke Malaysia.

"Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur adalah milik Palestina," ujarnya.

Sementara Scholz, berbicara dalam debat prapemilu, menyebut rencana Trump itu sebagai sebuah skandal. Ia menambahkan, "Relokasi penduduk tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasional." (France24/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik