Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Ayatullah Khamenei Tewas, Siapa Suksesor Pemimpin Tertinggi iran?

Media Indonesia
01/3/2026 12:25
Ayatullah Khamenei Tewas, Siapa Suksesor Pemimpin Tertinggi iran?
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei(AFP)

PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara AS-Israel di kantornya, Sabtu (28/3). Kematian pemimpin garis keras berusia 86 tahun, yang telah memimpin Iran sejak 1989, telah menciptakan kekosongan kekuasaan yang signifikan di negara Islam tersebut dan memicu spekulasi intens tentang siapa yang akan menggantikannya.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengumumkan perkembangan tersebut pada Sabtu malam. Trump menyebut Khamenei sebagai orang paling jahat.Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, mulai muncul sebagai calon utama untuk posisi tersebut. Namun, Ayatollah Khamenei mengatakan kepada para pengikutnya bahwa ia tidak ingin jabatan pemimpin tertinggi menjadi warisan, seperti dilaporkan oleh New York Times, sambil menambahkan bahwa pemimpin yang terbunuh lebih memilih tiga orang untuk jabatan pemimpin tertinggi Iran, yaitu Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i; Ali Asghar Hejazi, kepala staf Ayatollah Khamenei; dan Hassan Khomeini.

Siapa Suksesor Ayatollah Ali Khamenei?

Ada sejumlah nama yang disebut berpotensi menggantikan posisi pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mereka yakni :

  • Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei merupakan anak kedua tertua dari pemimpin tertinggi yang telah wafat. Ia juga pernah menjabat sebagai ulama tingkat menengah. Ia memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran. Mojtaba juga pernah bertugas di angkatan bersenjata selama Perang Iran-Irak. Namun, menurut laporan NYT, ia tidak mungkin menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya.

  • Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i

Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i memegang salah satu posisi paling berpengaruh dalam sistem peradilan Iran. Khamenei menunjuknya sebagai Ketua Mahkamah Agung pada tahun 2021. Namun, beberapa laporan media menyarankan bahwa Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i juga tewas dalam serangan AS-Israel, namun konfirmasi resmi masih ditunggu.

Ulama dan ahli hukum Islam tersebut lahir pada tahun 1956 dan naik pangkat dalam sistem peradilan Iran setelah Revolusi Islam 1979. Baru-baru ini, vonis hukuman mati yang dijatuhkannya terhadap puluhan demonstran di Iran memicu kritik dan kontroversi global.

  • Asghar Hejazi

Seyyed Ali Asghar Hijazi adalah seorang ulama dan politikus Iran. Ia menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Ia juga pernah menjabat posisi berpengaruh seperti Wakil Urusan Luar Negeri di Kementerian Intelijen Republik Islam Iran.

  • Hassan Khomeini

Salah satu ulama paling berpengaruh di Iran, Hassan Khomeini dikenal sebagai cucu paling “terkemuka” dari Ruhuollah Khomeini, yang memiliki 15 cucu. Beberapa laporan menyarankan Hassan akan menjadi calon presiden dalam pemilu 2021, tetapi ia kemudian menolak pencalonan tersebut.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei juga diikuti oleh beberapa pemimpin oposisi yang ikut serta dalam upaya mengubah Iran menjadi negara demokrasi. Maryam Rajavi dan Pangeran Mahkota yang diasingkan, Reza Pahlavi, menyerukan kepada rakyat Iran untuk bersatu. Rajavi, yang merupakan presiden terpilih Dewan Nasional Perlawanan Iran yang berbasis di Paris, menyerukan untuk menggulingkan rezim keagamaan yang berkuasa di Iran dan mendirikan republik demokratis. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya