Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pakar hukum pemilu di Amerika Serikat (AS) meragukan ide miliarder Elon Musk perihal pembentukan Partai Amerika. Mereka menyebut bahwa ada hambatan kuat bagi partai baru untuk masuk. Selama ini dua partai besar telah bercokol lama yakni Demokrat dan Republik.
Seperti disitat dari Xinhua, penyelenggara di California, harus mendaftarkan sekitar 75 ribu anggota atau mengumpulkan 1,1 juta tanda tangan agar bisa tampil pada surat suara.
Para ahli strategi politik menduga rencana Musk mendirikan Partai Amerika amat mungkin lebih ditujukan untuk memberi tekanan pada para pembuat undang-undang. Mereka meragukan keseriusan pendiri SpaceX itu dalam membentuk partai ketiga yang bertahan lama.
Langkah itu dilakukan setelah pengesahan One Big Beautiful Bill oleh Presiden AS Donald Trump, yang memangkas insentif kendaraan listrik dan meningkatkan belanja federal. Kebijakan itu ditentang Musk, karena perusahaannya, Tesla, menerima manfaat dari subsidi kendaraan listrik.
Elon Musk bahkan mengancam akan menggulingkan anggota legislatif yang mendukung undang-undang tersebut. Trump, sebagai balasan, telah menyiratkan akan meninjau ulang apa yang disebutnya sebagai "subsidi miliaran dolar" yang terkait dengan bisnis-bisnis Musk.
Xinhua mengutip pemikiran para analis menyebutkan bahwa langkah Musk tampaknya lebih merupakan taktik tawar-menawar tingkat tinggi. Mereka meragukan kelahiran Partai Amerika sebagai awal perombakan besar dalam sistem perpolitikan di Negeri Paman Sam.
Sebelumnya, Elon Musk pada Sabtu (5/7) mengusulkan "Partai Amerika dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda", menyusul sebuah jajak pendapat daring yang dia luncurkan awal pekan ini yang menunjukkan dukungan untuk membentuk partai politik baru.
"Hari Kemerdekaan adalah waktu yang tepat untuk bertanya apakah Anda menginginkan kemerdekaan dari sistem dua partai (beberapa orang menyebutnya sistem satu partai)," kata Elon Musk pada unggahan jajak pendapat di media sosial X, Jumat (4/7).
Lebih dari 65% dari 1,2 juta responden mendukung gagasan itu.
Menanggapi hasil tersebut pada Sabtu, Musk menulis, "dengan faktor dua banding satu, Anda menginginkan partai politik baru dan Anda akan mendapatkannya! Ketika menyangkut soal membangkrutkan negara dengan pemborosan dan korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi".
Musk mengatakan Partai Amerika akan fokus secara tajam pada dua atau tiga kursi Senat dan delapan hingga 10 distrik DPR, sebuah strategi yang dia yakini dapat mengubah kendali di Kongres yang terbagi tipis.
Pengumuman pembentukan Partai Amerika mempertegas perpecahan antara Musk dan Trump, yang sebelumnya dikenal dekat secara politis maupun strategis. Musk diketahui menggelontorkan ratusan juta dolar untuk mendukung kampanye pemilihan ulang Trump.
Ia bahkan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) pada awal masa jabatan kedua presiden dari Partai Republik itu. Namun hubungan mereka memburuk drastis menyusul pengesahan RUU pemotongan pajak dan belanja besar-besaran yang disebut Trump sebagai “Big, Beautiful Bill.”
Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa pemerintahnya akan mengumumkan tarif baru terhadap hingga 12 negara pada Senin (7/7) waktu setempat. Ketika ditanya negara mana saja yang akan terdampak, Trump menolak menjelaskannya.
"Saya sudah menandatangani beberapa surat, dan surat-surat itu akan dikirim pada Senin. Mungkin ada 12 tarif yang berbeda, nilai uang yang berbeda, dan pernyataan yang juga berbeda-beda. Nanti akan diumumkan. Saya harus umumkan itu pada Senin," kata Trump kepada wartawan.
Indonesia merupakan salah satu negara tengah menantikan hasil negosiasi untuk lolos dari pemberlakukan tarif resiprokal hingga 32%. (Ant/I-1)
Platform X (Twitter) mengalami gangguan global kedua dalam sepekan. Pengguna keluhkan lini masa kosong dan error 503. Simak update terbarunya.
Ashley St. Clair, ibu dari anak Elon Musk, menggugat xAI setelah chatbot Grok diduga menghasilkan citra seksual eksplisit dirinya tanpa izin.
X resmi membatasi fitur AI Grok untuk mengedit foto orang asli dengan pakaian terbuka. Langkah ini diambil usai protes keras dari Indonesia hingga Inggris.
Elon Musk melalui SpaceX menggratiskan layanan Starlink di Iran untuk membantu demonstran menembus blackout internet di tengah kerusuhan yang menewaskan 1.800 orang.
Pemerintah Indonesia memblokir sementara Grok AI milik Elon Musk karena risiko pornografi deepfake non-konsensual dan ancaman keamanan digital.
Grok AI, dengan akses data real-time ke platform X, menawarkan solusi yang tidak dimiliki AI lain. Berikut adalah panduan singkat cara memaksimalkan Grok untuk humas dan konten kreator.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved