Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (23/6). Abbas telah tiba di Rusia untuk pertemuan penting dua hari setelah serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran.
Rusia merupakan sekutu strategis utama Teheran tetapi belum menunjukkan dukungan militer langsung terhadap Iran meskipun kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis besar beberapa bulan lalu.
"Dalam situasi baru yang berbahaya ini, konsultasi kami dengan Rusia tentu sangat penting," ujar Araghchi sebagaimana dilaporkan media pemerintah Rusia.
Menurut kantor berita IRNA, Araghchi akan mengadakan pertemuan dengan Putin dan sejumlah pejabat tinggi Rusia untuk membahas perkembangan regional dan internasional menyusul agresi militer AS.
Rusia sebelumnya mencoba menempatkan diri sebagai mediator dalam konflik antara Iran dan Israel. Namun, Putin menyebut pihaknya hanya mengusulkan gagasan bukan sebagai penengah.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengeluarkan kecaman terhadap serangan udara AS. Rusia menyebut aksi tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab. (AFP/I-2)
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin memuji model kerja sama yang berhasil antara kedua negara di bidang pertanian.
AS sebelumnya mengatakan bahwa Iran mentransfer pengiriman rudal balistik jarak dekat Fatah-360 ke Rusia.
IRAN dan Amerika Serikat (AS) membuka jalur perundingan tingkat tinggi melalui mediasi Oman guna meredakan perbedaan mendalam terkait program nuklir Teheran.
IRAN dan Amerika Serikat sepakat melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Iran yang dijadwalkan digelar di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2).
Teheran tidak memiliki agenda untuk membuka ruang dialog dengan Washington selama intimidasi masih menjadi instrumen utama kebijakan luar negeri AS.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa militer Iran kini jauh lebih siap menghadapi konflik bersenjata dibandingkan medio Juni lalu.
Menlu Abbas Araghchi klaim jumlah kematian pedemo hanya ratusan dan sebut ada plot untuk seret AS ke dalam konflik.
Donald Trump kaji opsi militer dukung demonstran Iran. Menlu Iran tegaskan siap hadapi AS jika konflik pecah. Simak update krisis Teheran terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved