Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA kota Graz, Austria, menggelar doa bersama dengan nyala lilin, Selasa (10/6) malam, untuk mengenang korban penembakan di Sekolah Menengah Dreierschützengasse, yang menewaskan 10 orang. Serangan bersenjata ini menjadi yang paling mematikan dalam sejarah terbaru negara tersebut.
Polisi mengatakan pelaku penembakan, pria berusia 21 tahun yang merupakan mantan siswa. Ia mengakhiri hidupnya sendiri di kamar mandi sekolah tak lama setelah kejadian.
Dalam doa bersama tersebut, warga Graz mengatakan mereka ingin mengubah alun-alun utama kota menjadi lautan lilin. Dalam keheningan yang syahdu, ribuan orang berkumpul sepanjang malam, ada yang datang sendiri, ada pula yang saling menggenggam lengan atau bahu temannya. Mereka menyalakan lilin, menangis, atau berdiri sejenak dalam doa dan perenungan.
Kemudian mereka maju perlahan untuk menyerahkan lilin kepada para relawan yang menatanya dengan hati-hati di tangga air mancur. Air mancur Uskup Agung Johann, yang dikenal sebagai jantung kota tua Graz dan berada di depan balai kota, pada malam itu menjadi simbol duka dan solidaritas rakyat Austria.
Austria menetapkan tiga hari berkabung, dan satu menit mengheningkan cipta secara nasional akan dilakukan pada Rabu pukul 10.00 waktu setempat untuk mengenang para korban.
Bendera di Istana Hofburg di Wina, tempat kantor Presiden Alexander Van der Bellen berada, akan dikibarkan setengah tiang.
Sekolah tempat terjadinya penembakan akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, menurut Menteri Pendidikan Austria, Christoph Wiederkehr.
Kanselir Austria, Christian Stocker, menyebut Selasa sebagai “hari kelam dalam sejarah negara kita” dan menyatakan penembakan tersebut sebagai “tragedi nasional.”
“Sebuah sekolah lebih dari sekadar tempat belajar — itu adalah ruang untuk membangun kepercayaan, merasa nyaman, dan menatap masa depan,” ujarnya dalam konferensi pers, seraya menambahkan bahwa tempat aman itu kini telah “dinodai.”
“Di masa-masa sulit ini, kemanusiaan adalah kekuatan terbesar kita,” katanya.
Kantor berita APA melaporkan tujuh dari korban tewas adalah pelajar. Serangan ini “menghantam jantung bangsa kita,” kata Stocker sesaat setelah kejadian.
“Mereka adalah anak-anak muda yang masih memiliki seluruh hidup di depan mereka.” (BBC/Z-2)
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Investigasi penembakan maut di Brown University mengungkap fakta baru. Pelaku, Claudio Valente, merekam video pengakuan yang menunjukkan tidak adanya penyesalan.
Claudio Manuel Neves Valente, tersangka penembakan massal di Brown University dan pembunuhan profesor MIT, ditemukan tewas bunuh diri.
Pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, resmi didakwa atas 59 pelanggaran berat, termasuk pembunuhan dan tindak terorisme.
Penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terjadi di Pantai Bondi, Sydney, lokasi ikonik yang selama ini identik dengan wisata dan rekreasi.
AKSI berani Al Ahmed warga Australia mendapat pujian luas. Dia melucuti senjata salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Publik menggalang dana untuknya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved