Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menunjukkan fokusnya pada modernisasi angkatan bersenjata dengan mengawasi langsung uji coba drone terbaru dalam kunjungannya ke Kompleks Teknologi Aeronautika Tanpa Awak pada 25-26 Maret. Dalam kunjungan ini, ia memimpin penelitian dan pengembangan sistem drone yang diklaim memiliki kemampuan strategis tinggi.
Didampingi pejabat tinggi Partai Buruh Korea (WPK) serta pakar pertahanan, Kim meninjau berbagai jenis drone pengintai dan drone serangan bunuh diri yang sedang dalam tahap produksi. Ia secara langsung menyaksikan uji performa drone-drone tersebut, yang dianggap sebagai bagian dari langkah Korea Utara dalam memperkuat kapabilitas militernya.
Dalam uji coba tersebut, drone pengintai strategis terbaru menunjukkan kemampuan deteksi dan pemantauan yang lebih canggih, memungkinkan pelacakan berbagai target strategis di darat maupun laut. Sementara itu, drone serangan bunuh diri berhasil menampilkan efektivitas tinggi dalam simulasi serangan taktis.
Kim Jong Un memberikan apresiasi atas peningkatan signifikan dalam sistem teknologi drone yang berbasis kecerdasan buatan. Ia menilai integrasi AI dalam pengembangan senjata tanpa awak akan menjadi elemen kunci dalam menghadapi dinamika perang modern. Sebagai bentuk dukungan penuh, Kim menyetujui rencana ekspansi produksi dan penguatan penelitian lebih lanjut dalam sektor ini.
Kim menekankan pengembangan peralatan tanpa awak dan AI harus menjadi prioritas utama dalam modernisasi angkatan bersenjata Korea Utara. Ia juga menginstruksikan agar strategi jangka panjang disusun guna mempercepat transformasi pertahanan berbasis teknologi cerdas. Menurutnya, persaingan dalam pemanfaatan drone cerdas sebagai kekuatan militer utama semakin meningkat, dan Korea Utara harus siap menghadapi tantangan ini dengan inovasi teknologi.
Lebih lanjut, Kim menyoroti perlunya pembaruan dalam teori militer, praktik operasional, dan sistem pendidikan pertahanan sejalan dengan perkembangan teknologi. Ia menegaskan doktrin tempur Korea Utara akan semakin mengutamakan sistem senjata tanpa awak, yang akan diintegrasikan dengan strategi operasional nasional.
Selain mengawasi uji coba drone, Kim juga meninjau perkembangan sistem pengumpulan intelijen dan serangan elektronik yang dikembangkan kelompok penelitian perang elektronik detektif. Ia menyatakan teknologi baru ini akan berperan krusial dalam memantau ancaman potensial serta menetralkan sistem tempur musuh.
Kim Jong Un mengapresiasi pencapaian dalam produksi sistem senjata pengacauan dan serangan elektronik yang dinilai telah mencapai standar modernisasi militer yang dicanangkan WPK. Ia menegaskan Kompleks Teknologi Aeronautika Tanpa Awak dan tim penelitian perang elektronik memiliki peran strategis dalam memastikan Korea Utara tetap unggul dalam konfrontasi teknologi militer global.
Dengan berbagai instruksi dan arahan yang diberikan, Kim Jong Un menegaskan komitmen Korea Utara untuk terus mengembangkan teknologi militer canggih. Langkah ini diyakini sebagai bagian dari upaya negara tersebut dalam mempertahankan posisinya di tengah dinamika persaingan kekuatan global. (KCNA/Z-2)
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Korea Utara sukses uji coba sistem peluncur roket kaliber besar dengan teknologi pemandu presisi. Kim Jong Un sebut ini pencegah perang nuklir.
Pemimpin Korut Kim Jong-un memecat Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho secara langsung karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi pabrik mesin.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved