Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sedang menyelidiki sebuah unit militer Israel yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap tahanan Palestina.
Tindakan ini dapat menyebabkan unit tersebut dilarang menerima dan menghambat distribusi bantuan ke wilayah Gaza.
Axios melaporkan pada Senin (21/10), penyelidikan terhadap aktivitas Force 100 dilakukan menyusul serentetan tuduhan bahwa warga Palestina yang ditahan di pusat penahanan telah menjadi sasaran penyiksaan dan penganiayaan brutal, termasuk kekerasan seksual.
Investigasi tersebut dapat mengakibatkan unit tersebut dihukum berdasarkan undang-undang perdamaian penting yang dikenal sebagai Hukum Leahy. Di mana melarang departemen negara dan pertahanan memberikan bantuan kepada pasukan keamanan asing.
IDF menghadapi tuduhan yang kredibel atas pelanggaran hak asasi manusia.
Sembilan anggota Pasukan 100, sebuah unit di dalam Angkatan Pertahanan Israel, menjadi subjek penyelidikan kriminal atas tuduhan bahwa mereka melakukan pelecehan seksual terhadap seorang tahanan di kamp penahanan Sde Teiman di gurun Negev.
Pihak berwenang Israel telah mulai membubarkan pusat tersebut, mereka didirikan sebagai pusat penahanan dan tempat interogasi bagi warga Palestina yang dicurigai terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada bulan Oktober lalu.
Menurut para pengungkap fakta atau whistleblower, fasilitas tersebut menjadi tempat terjadinya kekerasan fisik dan mental yang meluas, dimana para tahanan dibelenggu di tempat tidur rumah sakit, ditutup matanya dan dipaksa memakai popok. Sengatan listrik dan pemberian makan paksa juga pernah dilaporkan.
Para tahanan dilaporkan dipaksa berdiri berjam-jam atau duduk berlutut.
Dalam satu kasus, pelapor menyebut seorang pria diamputasi anggota tubuhnya karena cedera yang disebabkan oleh penggunaan borgol terus-menerus.
Hingga 35 narapidana diyakini tewas di fasilitas tersebut atau di rumah sakit terdekat. Sekitar 4.000 tahanan dikatakan telah merasakan fasilitas tersebut pada bulan Mei lalu, seperti dilaporkan New York Times.
Axios, mengutip dua pejabat Israel, mengatakan Kedutaan Besar AS di Yerusalem telah menyerahkan daftar pertanyaan kepada Kementerian Luar Negeri Israel terkait beberapa insiden yang melibatkan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh anggota Force 100.
Kedutaan mengatakan kepada Israel bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah bagian dari tinjauan di bawah naungan Leahy Act.
“Ini adalah bagian dari proses konsultasi yang kami mulai dengan Israel mengenai unit ini sebagai bagian dari perjanjian Hukum Leahy kami,” Axios mengutip pernyataan seorang pejabat AS.
Dinamakan berdasarkan nama mantan senator Partai Demokrat untuk Vermont, Patrick Leahy, undang-undang tersebut disahkan pada tahun 1997 dan awalnya dirancang untuk diterapkan hanya pada bantuan dalam memerangi narkotika. Namun kemudian diperluas.
The Guardian melaporkan tahun ini bahwa para pejabat AS telah mengambil langkah-langkah untuk menghindari hukum yang berkaitan dengan Israel untuk mencegah penerapan sanksi terhadap sekutu dekatnya.
Departemen Luar Negeri tidak menanggapi permintaan komentar sebelum dipublikasikan
Laporan penyelidikan tersebut disampaikan setelah Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin, memperingatkan dalam surat bersama pekan lalu bahwa Israel dapat menghadapi konsekuensi jika mereka tidak mengambil langkah mendesak untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza dalam bulan depan. (Theguardian/Fer/P-3)
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih di Al Jalaa region, Gaza, Palestina. Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih.
DT Peduli kembali menggelar program Ramadan Peduli Negeri (RPN) 2026 dengan tema Teguhkan Kepedulian untuk Saudaramu di Pelosok dan Lintas Negeri.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Presiden Iran Pezeshkian mengatakan pemerintah tetap beroperasi meskipun perang di negara itu semakin memanas.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Bantuan ini merupakan aksi kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved