Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Palestina berharap dukungan Indonesia dalam rangka mempersatukan PLO dan Hamas untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
"Dan mereka juga selalu mengharapkan Indonesia untuk mendukung itu (upaya perdamaian)," kata Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla atau JK dalam keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Senin (26/8).
Baca juga: JK Komit Damaikan Hamas-Fatah
Baca juga : JK Komit Damaikan Hamas-Fatah
JK mengakui, mendamaikan dua faksi besar di Palestina tersebut bukan perkara mudah. Bahkan terbilang sulit. Namun menurut JK, upaya tersebut terus akan dilakukan.
"Hal itu masih sementara bekerja (upaya perdamaian). Memang itu hal yang paling sulit dilakukan," ujar tokoh perdamaian konflik Ambon dan Poso tersebut.
Baca juga: Hamas Kukuh Dukung Gencatan Senjata Gaza Versi Biden
Baca juga : JK: Rakyat Indonesia akan Selalu Mendukung Perjuangan Palestina
Hal tersebut disampaikan JK seusai menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh di kediamannya.
"Jadi banyak pemikiran tentang masa depan Palestina, apa yang diharapkan negara-negara Islam. Tapi sekali lagi, yang perlu dipertegas bahwa yang paling urgent adalah mempersatukan antara PLO dan Hamas," kata JK
Baca juga: 10 Negara paling Damai dan tidak Damai Sepanjang 2023
Baca juga : JK Temui Perwakilan Hamas di Malaysia, Bahas Perdamaian Palestina-Israel
Dalam pertemuan itu, mantan PM Palestina didampingi oleh Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun.
Terdapat sejumlah organisasi di dalam Palestina. Seperti Fatah, organisasi nasionalis sekuler yang antara lain didirikan pada 1950-an antara lain oleh mendiang mantan Presiden Otoritas Palestina (PA) Yasser Arafat dan Mahmoud Abbas.
Tujuan awal Fatah adalah merebut Palestina dari kendali Israel dengan melancarkan perang gerilya intensitas rendah. Pada akhir 1980-an, mereka mengupayakan solusi dua negara melalui jalur diplomatik.
Baca juga : Jusuf Kalla: Pemimpin Indonesia Jangan Seperti Netanyahu
Selain itu, Palestine Liberation Organization (PLO) yang menurut www-britannica-com, dibentuk pada pertemuan puncak Arab pada 1964. PLO didirikan untuk menyatukan berbagai kelompok Palestina di bawah satu organisasi.
Lalu, Hamas atau Harakat al-Muqawama al-Islamiya (Gerakan Perlawanan Islam) yang didirikan pada Desember 1987 oleh seorang ulama Palestina, Sheikh Ahmed Yassin.
Secara prinsip, Hamas tidak mengakui kenegaraan Israel. Berbeda dengan PLO yang mengakui keberadaan Negeri Yahudi itu.
Sejak 2007, Hamas telah memerintah Jalur Gaza setelah memenangi mayoritas kursi di parlemen Palestina pada pemilihan parlemen Palestina 2006 dan mengalahkan Fatah. (X-7)
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PBB memperingatkan potensi pembersihan etnis di Tepi Barat setelah 36.000 warga Palestina terusir dalam setahun akibat ekspansi pemukiman ilegal Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved