Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menghancurkan dua peluncur untuk rudal jelajah antikapal di wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas pasukan AS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, mengatakan serangan terbaru terhadap gerakan Houthi terjadi dalam 24 jam terakhir.
Pada Selasa, CENTCOM mengatakan "pasukan mitra" koalisi telah menghancurkan sebuah drone udara Houthi di Teluk Aden.
Baca juga : AS Klaim Jatuhkan Rudal Anti-Kapal Houthi dan 4 Drone
Baik situs peluncur maupun drone tersebut "menyajikan ancaman yang akan segera terjadi kepada pasukan AS dan koalisi serta kapal dagang" di dalam dan melintasi wilayah tersebut, kata CENTCOM.
Pasukan AS memimpin operasi gabungan melawan pejuang Houthi di Yaman yang selama berbulan-bulan menyerang pengiriman di Laut Merah dan Teluk Aden yang terkait dengan perusahaan-perusahaan Israel atau menggunakan pelabuhan laut Israel.
Houthi mengatakan serangan pengiriman akan berhenti ketika Israel mengakhiri perangnya di Gaza. (Al Jazeera/Z-3)
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden buka suara terkait gempuran yang dilakukan negaranya ke Yaman. Itu untuk menjaga situasi di Laut Merah.
Amerika Serikat (AS) dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap milisi Huthi di Yaman pada Jumat (13/1).
PBB mengungkapkan kekhawatiran mereka akan kondisi Laut Merah yang bersiko pada perdagangan global dan lingkungan.
Pasukan internasional yang dikerahkan untuk melindungi pelayaran di Laut Merah menanggapi laporan aktivitas pesawat tak berawak di lepas pantai barat Yaman.
Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg mengatakan semua pihak yang bertikai di Yaman setuju gencatan senjata dan proses perdamaian dipimpin PBB untuk mengakhiri perang.
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved