Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI Australia telah mengidentifikasi seorang pria berusia 40 tahun yang menderita penyakit mental sebagai pelaku penikaman di pusat perbelanjaan atau mal di Sydney. Penyerangan itu menewaskan enam orang serta menyebabkan beberapa lainnya dalam kondisi kritis.
Asisten Komisaris Polisi New South Wales Anthony Cooke mengatakan bahwa pria itu datang dari negara bagian Queensland di timur laut dan dikenal oleh penegak hukum.
“Sampai saat ini, belum ada apa pun yang kami miliki, tidak ada informasi yang kami terima, tidak ada bukti yang kami temukan, tidak ada data intelijen yang kami kumpulkan yang menunjukkan bahwa hal ini didorong oleh motivasi, ideologi atau lainnya,” ujar Cooke.
Baca juga : Keterlibatan Ayah Taylor Swift dalam Insiden, Juru Bicara Sebut Ancaman terhadap Keselamatan
“Kami tahu bahwa pelaku dalam masalah ini menderita, menderita, kesehatan mentalnya,” ujarnya.
Pria berusia 40 tahun itu bernama Joel Cauchi. Sebuah profil Facebook mengatakan dia berasal dari Toowoomba, dekat Brisbane, dan pernah bersekolah di sekolah menengah atas dan universitas setempat.
Cauchi memiliki tato naga abu-abu, merah dan kuning yang khas di lengan kanannya digunakan untuk membantu mengidentifikasi dirinya. Dia diyakini telah melakukan perjalanan ke Sydney sekitar sebulan yang lalu dan menyewa unit penyimpanan kecil di kota tersebut. Isinya barang-barang pribadi, termasuk papan boogie.
Baca juga : Ayah Taylor Swift Diselidiki Polisi Australia Terkait Dugaan Penyerangan Terhadap Fotografer
Polisi masih mencoba memahami apakah mereka yang diserang dipilih secara acak. Diketahui, lima wanita dan satu pria tewas dalam amukan Cauchi pada Sabtu sore, yang terjadi di pusat perbelanjaan yang ramai di lingkungan Bondi Junction Sydney, tidak jauh dari pantai terkenal tersebut.
Di antara korban luka terdapat seorang bayi perempuan berusia sembilan bulan yang dikatakan berada dalam kondisi serius namun stabil di rumah sakit.
Ibu bayi tersebut meninggal karena luka-luka yang dialaminya setelah mati-matian berusaha menyerahkan bayinya kepada orang asing di sekitarnya, dengan harapan mereka dapat menyelamatkan nyawa bayinya.
Baca juga : Delegasi Universitas Darunnajah Hadiri Maulid Concert di Sydney
Dua korban dikatakan tidak memiliki keluarga di Australia dan upaya sedang dilakukan untuk menghubungi kerabatnya di luar negeri.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan warga Australia kesulitan memahami serangan yang tak terkatakan dan benar-benar di luar pemahaman.
“Orang-orang yang pergi berbelanja pada Sabtu sore seharusnya aman, tidak berisiko. Namun tragisnya, kita melihat banyak nyawa melayang, dan orang-orang akan berduka atas orang yang mereka cintai hari ini,” katanya.
Baca juga : Warga Australia Harus Tukar Ginjal dengan Tiket Pesawat
“Kami juga tahu masih banyak orang yang masih dirawat di rumah sakit untuk menjalani pemulihan, dan pikiran serta doa kami menyertai mereka," lanjutnya.
Albanese mengatakan dia telah menerima pesan antara lain dari Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, dan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon.
Dia juga kembali memuji petugas yang menembak mati Cauchi sebagai pahlawan.
"Inspektur yang hebat, menjalani bahaya sendirian tanpa memikirkan risikonya bagi dirinya sendiri," ujarnya.
(AFP/Z-9)
PEMAKAMAN bagi sebagian korban tewas dalam penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, digelar Rabu (17/12). Kepolisian setempat resmi mengajukan dakwaan pembunuhan pada pelaku
SEORANG warga sipil Australia bernama Ahmed al Ahmed menuai pujian. Sebab tanpa memikirkan nyawa, ia berani melucuti senjata pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney. Ini sosok Ahmed
Sebelum bertindak menghentikan penembakan di Pantai Bondi, Ahmed sempat berpikir bahwa keputusannya akan berujung pada kematian. Ia bahkan menyampaikan pesan terakhir kepada keluarganya.
Salah satu donatur terbesar datang dari miliarder Amerika Serikat Bill Ackman yang menyumbangkan dana sebesar AUS$99.999 atau sekitar Rp1,1 miliar kepada Ahmed Al Ahmed.
AKSI berani Al Ahmed warga Australia mendapat pujian luas. Dia melucuti senjata salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Publik menggalang dana untuknya
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan pujian kepada Ahmed al Ahmed, warga sipil Australia yang merebut senjata api dari salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi Sydney
Sebanyak 67 duta bahasa Indonesia akan diterjunkan ke 53 institusi pendidikan, mencakup sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Rentetan serangan hiu melanda pesisir New South Wales, Australia. Otoritas peringatkan warga menjauhi laut dan sungai akibat air keruh pasca-hujan lebat.
Tragis, seorang turis perempuan asal Kanada ditemukan tewas di Pulau K'gari, Australia. Jenazahnya ditemukan dikelilingi sekitar 10 dingo di tepi pantai.
Skandal sensor melanda Adelaide Festival setelah Dr. Randa Abdel-Fattah dilarang tampil. Sebanyak 180 penulis, termasuk Jacinda Ardern, mundur sebagai bentuk protes.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved