Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan telah berhasil mengevakuasi satu warga negara Indonesia (WNI) dari Gaza, Farid Zanzabil Al Ayubi. Satu dari tiga Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) ini telah berada di Mesir pada Sabtu (9/12).
"Alhamdulillah, pada hari ini (Sabtu 9/12), sekitar pukul 19.00 WIB, kita kembali berhasil mengevakuasi satu WNI atas nama Farid Zanzabil Al Ayubi keluar dari Gaza. Farid adalah relawan Mer-C yang sebelumnya menjalankan tugas kemanusiaan di Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza Utara," kata Retno dalam pernyataan resmi, Sabtu (9/12).
Menurut dia sejak RS Indonesia tidak beroperasi, Farid beserta relawan Mer-C lainnya berada di Gaza Selatan. Situasi di Gaza masih sangat berbahaya.
Baca juga : Uni Eropa Masukkan Nama 2 Petinggi Militer Hamas ke Daftar Teroris
Israel masih terus melakukan serangan setelah selesainya jeda kemanusiaan. Saat ini serangan Israel bahkan telah menyasar sebagian Gaza Selatan, terutama di wilayah Khan Younis.
Baca juga : Pendukung Palestina Kritik Keberpihakan CUS Pada Israel
Gaza Selatan sebelumnya merupakan daerah yang relatif aman dibanding Gaza Utara. "Farid adalah satu dari 3 relawan Mer-C yang sejak awal memutuskan untuk tetap tinggal di Gaza. Namun dalam perkembangannya, Mas Farid kemudian memutuskan dan meminta bantuan untuk evakuasi," paparnya.
Saat ini, kata dia, Farid telah berada dengan selamat di perbatasan Rafah wilayah Mesir bersama Tim Evakuasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Mesir. Proses mengevakuasi Farid memerlukan waktu yang panjang dan proses yang sangat kompleks, terutama upaya untuk memasukkan nama beliau dalam daftar yang diperkenankan untuk melintas.
Proses memasukkan ke daftar sekali lagi merupakan proses yang sangat tidak mudah. Sebagaimana diketahui, selama berlangsungnya jeda kemanusiaan, perbatasan Rafah juga tidak selalu terbuka untuk arus keluar karena prioritas diberikan bagi arus masuk bantuan kemanusiaan.
"Sekali lagi kita panjatkan syukur ke hadirat Allah SWT, setelah proses yang panjang dan rumit tersebut kita dapat membawa Farid ke lokasi yang aman di Mesir. Selanjutnya, Tim Evakuasi KBRI Kairo akan membawa Mas Farid ke Kairo dan akan memfasilitasi repatriasi segera ke Indonesia," jelasnya.
Dengan berhasil dievakuasinya Farid, lanjut Retno, maka masih terdapat dua warga negara Indonesia relawan Mer-C yang dengan kemauannya sendiri tetap memilih untuk tinggal di Gaza. Saat ini mereka dalam keadaan sehat, selamat, berada di Gaza Selatan di sebuah sekolah dekat RS Eropa.
"Kami akan terus menjalin komunikasi dan memantau keadaan mereka. Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu evakuasi WNI yang sejauh ini sudah berlangsung dalam tiga tahap," pungkasnya. (Z-8)
Aktor Liam Cunningham mengecam UU hukuman mati Israel yang khusus untuk warga Palestina, menyebut pendukungnya “genosida dan apartheid”.
Kekerasan pemukim ekstremis Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat mencapai level tertinggi. Simak analisis mengenai impunitas dan dukungan ideologisnya.
Komisaris UNRWA Philippe Lazzarini menyerukan pembentukan panel ahli tingkat tinggi untuk selidiki kematian 390 staf PBB di Gaza. Baca selengkapnya di sini.
SETIAP konflik pada akhirnya bisa dirundingkan, kecuali konflik yang mengatasnamakan Tuhan.
Knesset sahkan UU hukuman mati gantung khusus warga Palestina di Tepi Barat. Kebijakan ini memicu kecaman dunia internasional dan dituding sebagai praktik apartheid.
PASUKAN Israel menewaskan dua warga Palestina dalam insiden terpisah di Tepi Barat yang diduduki pada Senin (30/3). Ini dikatakan Kementerian Kesehatan Palestina dan militer Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved