Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DARAH kepahlawanan Indonesia ternyata telah menyebar ke Cape Town lebih dari 350 tahun silam yang dibawa oleh ulama-ulama pejuang Indonesia, demikian menurut Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan.
"Dua di antara ulama pejuang yang sangat dihormati masyarakat Cape Town adalah Syekh Yusuf Al Makassari dan Tuan Guru yang bernama asli Imam Abdullah Qadhi Abdus Salam. Mereka diasingkan ke Cape Town karena perlawanannya terhadap VOC", kata Konjen RI untuk Afrika Selatan Tudiono, melalui keterangan tertulis KJRI Cape Town di Jakarta, Jumat (10/11).
Tudiono mengatakan darah kepahlawanan Indonesia yang senantiasa konsisten menentang penjajahan dan ketidakadilan juga tumbuh subur di ranah diplomasi dan Indonesia berada di garis terdepan dalam perjuangan menentang penjajahan.
Baca juga : Arsip Pahlawan Nasional Syekh Yusuf Diajukan sebagai Memori Dunia
Ini tercermin pada peran penting Indonesia dalam menggalang kekuatan bangsa-bangsa Asia Afrika melalui Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung dan melahirkan the 10 principles of Bandung yang merupakan salah satu tonggak sejarah diplomasi Indonesia, katanya.
"Darah dan jiwa kepahlawanan itu mengalir dalam urat nadi diplomasi Indonesia untuk memerangi penjajahan, ketidakadilan, keterbelakangan, kemiskinan," kata konjen.
Baca juga : KH Abdul Chalim Tokoh NU Majalengka Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional
Menurut Tudiono, darah kepahlawanan itu terus menjadi sumber kekuatan moral dan spiritual untuk mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas, sebagai negara maju sekaligus salah satu kekuatan 4-6 terbesar ekonomi dunia.
Sehubungan dengan Hari Pahlawan, Tudiono juga menceritakan ulama pejuang Syekh Yusuf al Makassari dan Imam Abdullah Qadhi Abdus Salam.
Syekh Yusuf al Makassari lahir di Makassar pada 3 Juli 1626. Dia menghabiskan masa mudanya untuk belajar dan kerap merantau ke sejumlah negara, seperti Suriah, Turki, Yaman dan Arab Saudi pada 1644, untuk mengemban ilmu.
Dalam beberapa kali peperangan, dia akhirnya tertangkap dan diasingkan oleh VOC ke Ceylon (kini Sri Lanka) pada 1682. Pada saat itu VOC berharap dengan pengasingan itu, Syekh Yusuf al Makassari tidak akan menjalin hubungan dengan orang-orang penting.
Akan tetapi dugaan VOC rupanya meleset. Syekh Yusuf malah membangun hubungan baik dengan orang-orang Nusantara yang singgah dalam perjalanan menuju haji.
Atas perjuangannya Syekh Yusuf dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 1995 dan Pemerintah Afrika Selatan pada 2005.
Hingga kini, sosok Syekh Yusuf sangat dihormati oleh komunitas Cape Malay yang merupakan keturunan Indonesia, yang berjumlah lebih dari 300.000 orang. Makam (Kramat) Syekh Yusuf juga masih terawat dengan baik di Macassar, Cape Town.
Sementara itu, Abdullah bin Qadhi Abdus Salam yang berasal dari Tidore, karena perlawanannya terhadap VOC, dia ditangkap dan diasingkan ke Robben Island dengan kapal Zeepard.
Roben Island merupakan pulau kecil tidak jauh dari Cape Town, tempat Nelson Mandela dipenjara selama sekitar 24 tahun karena menentang pemerintah aparteid.
Selama di Robben Island, Tuan Guru yang hafal Al Quran, menulis ulang Al Quran berdasarkan ingatannya dan mengajari penduduk sekitar. Perannya itu menjadikannya disebut Tuan Guru.
Setelah masa tahanannya selesai, Tuan Guru memutuskan untuk tinggal di Cape Town.
Salah satu pengikutnya yang bernama Achmad van Bongalen kemudian menghibahkan satu bangunan yang akhirnya dijadikan masjid oleh Tuan Guru dan menjadi masjid pertama yang ada di Afrika Selatan yang bernama Masjid Al Auwwal.
Masjid ini berada di daerah Bo Kaap, Cape Town. Selain itu, Tuan Guru juga menuliskan buku Ma’rifat wal Iman wal Islam yang kemudian menjadi panduan umat muslim Cape Town. Tuan Guru meninggal di Cape Town pada 1807 di usia 95 tahun. (Ant/Z-4)
Inche Abdoel Moeis adalah pejuang nasionalis tanpa pamrih, yang berjuang dari Kalimantan Timur dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Berpulangnya ekonom senior Faisal Basri membuat Indonesia kehilangan sosok pemikir sekaligus pejuang yang berani menentang arus. Faisal Basri layak disebut sebagai ilmuwan pejuang.
YKAI bersama maestro batik dari tiga generasi menggelar sebuah kolaborasi unik dalam acara Humanity in Harmony yang berlangsung di Museum Batik Nasional
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali memberikan Anugerah Kalpataru kepada para pejuang dan pahlawan lingkungan dari berbagai wilayah Indonesia.
Kelompok pejuang sukarelawan pro-Ukraina, mengklaim telah menerobos Belgorod. Namun klaim itu dibantah Moskow.
Mantan Gubernur Jabar Letjen TNI (Purn) Solihin Gautama Purwanegara wafat pada Selasa (5/3) dini hari pukul 03.08 WIB. saat dalam perawatan di RS Advent, Kota Bandung .
Momentum Hari Pahlawan Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa nilai kepahlawanan bukan hanya dimiliki mereka yang tercatat dalam sejarah besar bangsa.
KITA sering mengenang para pahlawan, tetapi jarang menghidupkannya kembali dalam tindakan dan kehidupan nyata. S
Lagu Irama Pahlawan bertujuan menjadi sarana baru bagi generasi muda mengenal dan meneladani kisah para pahlawan nasional Indonesia.
Memperingati Hari Pahlawan, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar kompetisi untuk pahlawan masa kini penggerak komunitas lokal.
Acara ini digagas sebagai bentuk nyata penghormatan terhadap para pahlawan yang telah mengorbankan waktu, tenaga dan jiwa demi kemerdekaan dan keamanan negeri.
Mendikdasmen mengajak masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi tegaknya kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved