Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam tiga hari terakhir lebih dari 1000 orang tewas akibat konflik di Gaza. Namun, yang lebih mengerikan adalah narasi terkait pertempuran antara pasukan Hamas dan Israel tersebut.
Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina, mengatakan dia khawatir dengan apa yang terjadi di Israel dan Gaza.
“Di atas segalanya, saya ngeri dengan narasinya. Adalah mungkin dan perlu untuk berpihak pada Palestina dan Israel tanpa menggunakan relativisme etis, kemarahan selektif, atau lebih buruk lagi seruan untuk melakukan kekerasan,” ujarnya seperti dikutip Aljazeera, Senin (9/10).
Albanese, yang telah menjabat sebagai pakar hak asasi manusia independen PBB selama 16 bulan, mengatakan “Meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina yang tidak berdaya adalah sesuatu yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade. Lima puluh enam tahun hanya dalam konteks pendudukan.”
Dia mengakui bahwa orang-orang Israel juga menderita akibat konflik tersebut. Namun, menurut dia, hal ini perlu dimasukkan ke dalam konteks penindasan yang dilakukan selama beberapa dekade terhadap warga Palestina.
“Pendudukan militer dan kolonial yang dilakukan Israel terhadap pemukiman Palestina menjebak rakyat kedua pihak,” tambahnya.
Menurut Albanese, para politisi dan pembuat kebijakan harus memprioritaskan pemulihan legalitas dan akuntabilitas, dan menggunakan diplomasi serta perdamaian sebagai metode penyelesaian konflik, daripada menganjurkan lebih banyak kekerasan atau berpihak pada salah satu kubu.
Pernyataan Albanase tidaklah berlebihan. Sebab, alih-alih mengupayakan perdamaian, statement yang dikeluarkan sejumlah pihak, baik yang bertikai maupun yang tidak terlibat pertikaian, cenderung mengompori.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, misalnya, memperingatkan Israel untuk bersiap menghadapi konflik yang panjang dan sulit, sehari setelah kelompok militan Palestina Hamas melancarkan serangan mendadak dari Gaza dengan menembakkan roket dan mengirimkan pejuangnya yang menembak mati warga sipil.
Menurut klaim pasukan pertahanan Israel, lebih dari 700 warganya telah terbunuh sejak Hamas melancarkan serangan besar-besaran, pada Senin. Menurut mereka ini adalah kerugian terburuk di negara itu sejak perang Arab-Israel tahun 1973.
Sementara itu, pejabat di Gaza melaporkan sedikitnya 413 orang tewas di daerah permukiman miskin dan terblokade yng dihuni sekitra 2,3 juta orang, akibat serangan udara Israel. Mereka khawatir statement ‘perang’ yang diucapkan Netanyahu bakal diiikuti invasi darat tentara Israel.
AS pun ikut-ikutan mengipasi. Presiden AS Joe Biden bahkan memerintahkan dukungan tambahan untuk Israel dalam menghadapi serangan Hamas tersebut. Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan Washington akan segera menyediakan peralatan dan sumber daya tambahan kepada Pasukan Pertahanan Israel, termasuk amunisi.
Austin mengarahkan kapal induk USS Gerald R. Ford dan kelompok kapal perangnya ke Mediterania timur, dan mengatakan bahwa Washington sedang menambah skuadron pesawat tempur di wilayah tersebut.
Pihak Hamas mengatakan bantuan AS sama dengan agresi terhadap warga Palestina.
Konflik ini mempunyai dampak global, karena beberapa negara lain melaporkan warga negaranya terbunuh, diculik atau hilang, di antaranya Brasil, Inggris, Perancis, Jerman, Irlandia, Meksiko, Nepal, Thailan, dan Ukraina.
Selain itu, akibat konflik ini harga minyak juga melonjak lebih dari empat persen pada hari Senin, sehingga memicu kekhawatiran tentang kemungkinan guncangan pasokan dari negara-negara atau wilayah yang kaya minyak mentah.
Brent melonjak 4,7% menjadi US$86,65 dan West Texas Intermediate naik 4,5% menjadi US$88,39 pada awal perrdagangan di Asia.
Reaksi barat
Sejumlah negara Barat, seperti AS dan Swedia mengutuk serangan Hamas, yang mereka anggap sebagai kelompok teroris.
Sementara menurut AFP musuh-musuh Israel memuji serangan tersebut, termasuk Iran yang Presidennya Ebrahim Raisi menyuarakan dukungannya ketika ia berbicara dengan para pemimpin Hamas dan kelompok Jihad Islam.
Namun, pemerintah Iran dengan tegas membantah untuk terlibat dalam perseteruan ini. “Kami dengan tegas mendukung Palestina, namun kami tidak terlibat dalam konflik ini, karena itu urusan Palestina” kata misi Iran untuk PBB dalam pernyataannya seperti dilansir Aljazeera.
“Langkah tegas yang diambil oleh Palestina merupakan pertahanan yang sepenuhnya sah terhadap pendudukan yang menindas selama tujuh dekade dan kejahatan keji yang dilakukan oleh rezim zionis yang tidak sah,” tambah pernyataan itu. (AFP/M-3)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
WAKIL Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto Sipin menegaskan penolakan terhadap hukuman mati dengan menempatkan isu tersebut dalam kerangka hak hidup.
Usman Hamid, menilai kasus kekerasan Brimob di Tual mencerminkan lemahnya akuntabilitas dan pengawasan di tubuh Polri.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Amnesty International Indonesia menilai kematian pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, memperpanjang dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat dan mendesak reformasi struktural Polri.
Pasukan Israel tangkap 100 lebih warga Palestina sejak awal Ramadan di Tepi Barat. Penangkapan diwarnai kekerasan, sabotase rumah, dan penyitaan aset warga sipil.
Rancangan Perpres pelibatan TNI dalam terorisme inkonstitusional dan berisiko langgar HAM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved