Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
IBU kota Turki, Ankara, diguncang serangan teroris. Salah satu dari dua pelaku meledakkan diri menggunakan bom rakitan yang dibawanya dekat kementerian dalam negeri Turki, Minggu (1/10).
Pelaku lain dilumpuhkan hingga tewas usai baku tembak dengan aparat kepolisian Ankara. "Dua teroris tiba dengan kendaraan militer ringan sekitar pukul 09.30 waktu setempat di depan gerbang masuk Direktorat Jenderal Keamanan Kementerian Dalam Negeri kami dan melakukan serangan bom," kata pernyataan resmi kementerian dalam negeri Turki.
Dua petugas polisi terluka ringan dalam serangan di dekat Kementerian Dalam Negeri, kata Menteri Ali Yerlikaya. Kedua teroris tiba di lokasi kejadian dengan menggunakan mobil pribadi.
Baca juga: Turki Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 20 Tahun
Dilaporkan dari Ankara, Jasper Mortimer dari France 24, kedua militan mengendarai van kecil berwarna abu-abu ke kantor keamanan kementerian dalam negeri. Jarak kantor itu sekitar 300 meter dari gedung utama parlemen.
"Para militan keluar dari mobil van, mereka menembaki polisi yang menjaga kementerian. Seorang militan meledakkan rompi bunuh diri, militan lain ditembak mati," kata Mortimer.
Baca juga: 5 Tewas Akibat Badai di Turki, Yunani, dan Bulgaria
Kepala jaksa penuntut Ankara meluncurkan penyelidikan atas peristiwa yang disebutnya sebagai serangan teroris. Pihak berwenang tidak mengidentifikasi kelompok militan tertentu.
Media Turki sebelumnya melaporkan bahwa ledakan dan tembakan terdengar di dekat gedung parlemen dan kementerian di jantung kota Ankara. Distrik yang menjadi sasaran ialah rumah bagi beberapa kementerian lain dan parlemen Turki yang dijadwalkan dibuka kembali hari ini dengan pidato dari Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Mengacu pada waktu serangan, Mortimer mencatat bahwa siapa pun yang melakukan hal ini ingin memastikan bahwa tujuan mereka masuk dalam agenda nasional. Belum ada informasi langsung mengenai para penyerang. Kelompok militan Kurdi dan sayap kiri serta kelompok Negara Islam (ISIS) melakukan serangan mematikan di seluruh negeri pada masa lalu.
Pengeboman tersebut menjadi kali pertama melanda Ankara dalam beberapa tahun dan terjadi hampir setahun setelah enam orang tewas dan 81 luka-luka dalam ledakan di jalan pejalan kaki yang sibuk di pusat kota Istanbul pada 13 November 2022. "Negara menyalahkan serangan tersebut kepada PKK, organisasi militan Kurdi, atas serangan di Istanbul. Namun, PKK menolak bertanggung jawab dan banyak ahli menduga bahwa ini sebenarnya kelompok ISIS," katanya.
Tayangan televisi Turki menunjukkan pasukan penjinak bom bekerja di dekat kendaraan yang diparkir di kawasan yang terletak di dekat Majelis Agung Nasional Turki dan gedung-gedung pemerintah lain. Polisi menutup akses ke pusat kota. (France24/Z-2)
BADAN keamanan menyelidiki penemuan tiga selongsong peluru, termasuk dua peluru tajam yang ditemukan di antara puing-puing lokasi ledakan di dekat Stasiun Metro Red Fort di Delhi, India.
BADAN Investigasi Nasional India mengumumkan telah menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam perencanaan serangan bom mobil mematikan pekan lalu di dekat Benteng Merah, Delhi.
PIHAK berwenang India pada Minggu (16/11) menyatakan bahwa ledakan mobil mematikan di New Delhi awal pekan ini merupakan aksi teror yang dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri.
INSIDEN seorang fans yang menerjang Ariana Grande saat acara gala premiere film Wicked: For Good di Singapura kini didakwa di pengadilan atas tindakan gangguan publik (public nuisance).
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
PEMERINTAH Pakistan menyatakan siaga penuh setelah serangan bom bunuh diri di luar gedung pengadilan distrik Islamabad pada Selasa (11/11) menewaskan sedikitnya 12 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved