Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRA Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mengatakan bahwa negaranya semakin mendekati normalisasi hubungan dengan Israel. Itu mengikuti langkah serupa dari negara-negara Teluk lainnya dan di tengah dorongan besar Amerika Serikat (AS) untuk mencapai kesepakatan Saudi-Israel.
“Setiap hari, kami semakin dekat,” kata MBS.
Pernyataan itu muncul saat pemerintahan Presiden AS Joe Biden terus berupaya untuk menengahi hubungan bersejarah antara dua kekuatan regional, sekutu utama Washington di Timur Tengah.
Baca juga : Delegasi Israel Lakukan Kunjungan Terbuka Pertama ke Saudi
Pembicaraan normalisasi adalah inti dari negosiasi kompleks yang juga mencakup kemungkinan konsesi Israel kepada Palestina. Serta diskusi mengenai jaminan keamanan AS dan bantuan nuklir sipil yang diupayakan oleh Riyadh.
MBS mengatakan bahwa masalah Palestina sangat penting bagi Riyadh. “Kita perlu menyelesaikan bagian itu,” katanya ketika ditanya apa yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan normalisasi.
Baca juga : Sepak Terjang Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman
“Kami harus melihat ke mana kami pergi. Kami berharap hal ini dapat meringankan kehidupan rakyat Palestina, menjadikan Israel sebagai pemain di Timur Tengah,” ujarnya.
Para pejabat AS secara pribadi memuji potensi manfaat dari kesepakatan besar regional, yang akan menjadi kemenangan kebijakan luar negeri ketika Biden berusaha untuk terpilih kembali pada November 2024.
MBS juga mengatakan bahwa jika Iran memperoleh senjata nuklir, Arab Saudi harus mendapatkannya. Arab Saudi, bersama dengan Israel, telah lama menjadi musuh Iran, namun hubungan mereka membaik sejak Riyadh dan Teheran sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik pada Maret.
Teheran membantah berupaya membuat senjata nuklir. Namun telah menjadi pusat kecurigaan internasional mengenai program nuklirnya selama bertahun-tahun.
Pernyataan putra mahkota tersebut disiarkan setelah pertemuan antara Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu, di mana mereka berjanji untuk bekerja sama menuju normalisasi Israel-Saudi, yang dapat membentuk kembali geopolitik Timur Tengah.
Kedua pemimpin juga mengatakan Iran tidak boleh diizinkan memperoleh senjata nuklir. Arab Saudi telah terlibat dalam kontroversi, terutama menyusul dugaan peran putra mahkota dalam pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi pada 2018. (Aljazeera/Z-4)
Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Saudi MbS bahas situasi darurat Timur Tengah pascaserangan Israel ke Iran. Indonesia desak penghentian aksi militer.
Erdogan dan Mohammed bin Salman membahas krisis regional melalui telepon, menekankan pentingnya dialog dan diplomasi demi keamanan global.
Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara pemimpin de facto Arab Saudi tersebut dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ)
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
PERTEMUAN antara Presiden Donald Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pekan lalu berlangsung tegang.
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan serangan ke Iran dan Libanon terus berlanjut meski ada klaim kesepakatan dari Donald Trump. Pakistan tawarkan diri jadi mediator.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya pembicaraan positif dengan pejabat tinggi Iran di tengah ketegangan perang. Benarkah deeskalasi segera terjadi?
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved