Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran bertemu dengan penguasa de facto Arab Saudi, Jumat (18/8), saat melakukan lawatan pertama ke kerajaan itu sejak kedua negara membuka kembali hubungan diplomatik.
Hossein Amir-Abdollahian, yang bertolak ke Riyadh, Kamis (17/8), bertemu dengan Pangeran Mohammed bin Salman, di Jeddah setelah memutuskan memperpanjang lawatannya selama sehari.
Keduanya mengevaluasi hubungan kedua negara, peluang kerja sama kedua negara dan cara mengembangkannya selain membahas perkembangan di kawasan dan internasional. Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri di Twitter.
Baca juga: Pemimpin Hizbullah Ancam Kirim Israel kembali ke Zaman Batu
Kantor berita Iran, IRNA, mengatakan lawatan itu merupakan kali pertama pejabat senior bertemu dengan Pangeran Mohammed, 37, yang tengah melakukan serangkaian reformasi di negara kerajaan itu.
IRNA kemudian melaporkan Iran mengundang putra mahkota Arab Saudi itu untuk berkunjung ke 'Negeri Para Mullah' itu dan Pangeran Mohammed menerimanya.
Dalam pernyataan yang diunggah di Twitter, Amir-Abdillahian menyebut pertemuan selama 90 menit itu sebagai pembicaraan yang berlangsung jujur dan produktif mengenai hubungan bilateral, keamanan, dan pembangunan.
Baca juga: Iran Memindahkan Warga Amerika ke Tahanan Rumah untuk Kesepakatan Pembebasan
"Cara mencapai kesuksesan di kawasan adalah dengan memperkuat dialog dan kerja sama serta meningkatkan kerja sama pembangunan," ungkapnya.
Iran dan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik pada 2016 namun mereka sepakat memperbaiki hal itu lewat pertemuan yang dimoderatori oleh Tiongkok pada Maret lalu. (AFP/Z-1)
IRAN mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menargetkan aset militer Amerika Serikat Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan Bahrain.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia atau KBRI di Riyadh menyampaikan tidak menggelar salat Ied atau salat Idul Fitri 1447 H/2026 M secara berjamaah karena konfisi konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan di Teluk Persia memuncak. Ras Laffan Qatar dihantam rudal, sementara Arab Saudi cegat serangan drone dan rudal balistik menuju Riyadh.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.
Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Saudi MbS bahas situasi darurat Timur Tengah pascaserangan Israel ke Iran. Indonesia desak penghentian aksi militer.
Erdogan dan Mohammed bin Salman membahas krisis regional melalui telepon, menekankan pentingnya dialog dan diplomasi demi keamanan global.
Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara pemimpin de facto Arab Saudi tersebut dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ)
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
PERTEMUAN antara Presiden Donald Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pekan lalu berlangsung tegang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved