Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Banjir Tiongkok, 10 Orang Tewas dan Ribuan Orang Mengungsi

Cahya Mulyana
06/8/2023 11:08
Banjir Tiongkok, 10 Orang Tewas dan Ribuan Orang Mengungsi
Banjir di Provinsi Heibei, Tiongkok(AFP/Jade Gao)

TIONGKOK mengalami curah hujan tinggi yang memecahkan rekor. Ditambah Topan Doksuri yang bergerak ke area pedalaman dan memicu banjir besar di wilayah utara negara itu.

Setidaknya 10 orang tewas akibat banjir di sebuah kota di Hebei, provinsi dekat Beijing, menurut laporan kantor berita AFP, Sabtu (5/8). 

Di Beijing, curah hujan tercatat menjadi yang terderas dalam setidaknya 140 tahun terakhir, dengan sisa-sisa topan membawa curah hujan yang tinggi.

Baca juga : Banjir, 70 Buaya Ternak di Tiongkok Kabur ke Permukiman Warga

Debit air Sungai Muling di Provinsi Heilongjiang di timur laut Tiongkok, yang dikenal sebagai lumbung besar utara negara itu, telah mengalami kenaikan hingga memicu peringatan.

Sekitar 1,54 juta orang dievakuasi dari Provinsi Hebei, lapor media Xinhua. Sistem bantuan bencana Tiongkok terus berjuang mengatasi dampak buruk dari salah satu badai terkuat dalam beberapa tahun terakhir di negara tersebut.

Hujan deras yang dimulai akhir pekan lalu membanjiri sistem drainase di Beijing. Sejumlah sekolah ditangguhkan, dan listrik padam di beberapa daerah. Tiongkok relatif tidak terpengaruh oleh Topan Khanun, badai yang melanda Jepang, yang telah menyebabkan kerusakan rumah dan pemadaman listrik di Okinawa serta beberapa pulau lainnya.

Baca juga : Tiongkok Dilanda Badai Terburuk Sejak 140 Tahun Terakhir

Di sekitar Harbin, kota terbesar di Provinsi Heilongjiang, sekitar 54 ribu orang meninggalkan rumah mereka akibat banjir. Tim penyelamat dengan 81 perahu telah membantu evakuasi.

Kembali ke Beijing, pihak berwenang memperingatkan tentang lubang runtuhan dan tanah longsor di distrik luar tertentu seperti Fangshan dan Mentougou.

Laporan dari media pemerintah Tiongkok mengatakan para pejabat di Provinsi Hebei mengambil langkah-langkah untuk mengelola banjir dengan mengaktifkan gerbang banjir dan saluran pelimpah di tujuh zona pengendalian banjir di dataran rendah. Ini dilakukan untuk mencegah meluapnya sungai dan waduk di Beijing serta Tianjin.

Baca juga : Hujan Deras di Tiongkok, 20 Orang Tewas dan 27 Orang Hilang

Di Mentougou, sebuah distrik di pinggiran barat Beijing, warga membersihkan lumpur dari area rumah setelah mereka terkena dampak terparah dari banjir di sekitar ibu kota.

Sabtu ini, pihak berwenang Kota Bazhou di Hebei berterima kasih kepada masyarakat karena telah mengungsi dari rumah masing-masing. Peninjauan kompensasi bencana untuk produksi pertanian dan perumahan yang rusak akan dilakukan setelah banjir surut.

Banjir paling mematikan di Tiongkok terjadi pada 1998, yang mengakibatkan 4.150 kematian, terutama di sepanjang Sungai Yangtze. Pada 2021, lebih dari 300 orang tewas dalam banjir di provinsi tengah Henan. (AFP/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya