Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK hak asasi manusia menuduh Arab Saudi menahan lima kerabat seorang warga negara Amerika Serikat (AS) yang mengajukan gugatan komersial di Pennsylvania terhadap sejumlah anggota kerajaan, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Kelima tahanan muncul sebentar pada Senin (31/7/2023) di Pengadilan Kriminal Khusus di Riyadh yang didirikan pada 2008 untuk mengadili kasus terorisme.
Itu dikatakan Abdullah Alaoudh, orang Saudi dan direktur Freedom Initiative yang berbasis di Washington. "Seorang hakim membacakan nama kelima orang itu tetapi tidak mengungkapkan mereka telah didakwa atau menetapkan tanggal untuk sidang baru," kata Alaoudh.
Freedom Initiative mengecam proses tersebut. Mengubah perselisihan pribadi dan komersial menjadi dasar penahanan yang tidak adil, menurutnya, merupakan penyalahgunaan wewenang yang parah oleh pengadilan Saudi.
Baca juga: Serangan Rusia Rusak 40 Ribu Ton Biji-bijian Ukraina
Pejabat Saudi belum menanggapi pertanyaan tentang kasus tersebut. Kelima tahanan tersebut ialah kerabat warga negara AS berusia 15 tahun, Rakan Nader Aldossari. Keluarganya mengajukan gugatan pada Juni 2020 atas namanya terhadap mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef.
Gugatan ayah Rakan, pengusaha Saudi Nader Turki Aldossari, menuduh bin Nayef dan entitas Saudi lain gagal menghormati kontrak berusia puluhan tahun terkait dengan proyek kilang di pulau Karibia Saint Lucia. Gugatan tersebut kemudian diubah untuk memasukkan Pangeran Mohammed, yang menyatakan bahwa dia telah menempatkan bin Nayef sebagai tahanan rumah dan menyita asetnya, sehingga mencegah bin Nayef untuk memenuhi kewajiban kontraknya.
Baca juga: Korban Tewas dalam Kerusuhan Sektarian di India Bertambah
Pengadilan AS telah menolak gugatan itu, tetapi pihak berwenang Saudi tetap menahan kerabat Rakan awal tahun ini sebagai pembalasan. Denmikian menurut pernyataan yang dikeluarkan minggu lalu oleh Freedom Initiative, Democracy for the Arab World Now, dan ALQST for Human Rights. "Ketiga organisasi tersebut meminta pemerintahan Biden untuk menuntut pembebasan anggota keluarga Aldossari dan mengakhiri penganiayaan mereka," kata pernyataan itu.
Departemen Luar Negeri menolak mengomentari secara spesifik kasus tersebut. Namun, sebagai tanggapan atas surat dari Rakan kepada Presiden AS Joe Biden, seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan Washington akan mendorong pemerintah Saudi agar jelas dan transparan tentang tuduhan itu.
Baca juga: Pria Australia Didakwa Lakukan Kejahatan Seksual terhadap 91 Gadis
Tanggapan, yang dilihat oleh AFP minggu ini, menambahkan, "Kami telah menyampaikan kekhawatiran tentang dugaan tindakan represi transnasional dengan pemerintah Saudi berulang kali dan akan mengangkat kasus Anda dengan lawan bicara kami di Saudi sebagaimana mestinya." (AFP/Z-2)
Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Saudi MbS bahas situasi darurat Timur Tengah pascaserangan Israel ke Iran. Indonesia desak penghentian aksi militer.
Erdogan dan Mohammed bin Salman membahas krisis regional melalui telepon, menekankan pentingnya dialog dan diplomasi demi keamanan global.
Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara pemimpin de facto Arab Saudi tersebut dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ)
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
PERTEMUAN antara Presiden Donald Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pekan lalu berlangsung tegang.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia atau KBRI di Riyadh menyampaikan tidak menggelar salat Ied atau salat Idul Fitri 1447 H/2026 M secara berjamaah karena konfisi konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan di Teluk Persia memuncak. Ras Laffan Qatar dihantam rudal, sementara Arab Saudi cegat serangan drone dan rudal balistik menuju Riyadh.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.
Senator AS Lindsey Graham ancam putus kerja sama pertahanan jika Arab Saudi menolak gabung perang Iran. Riyadh dan UEA tegaskan wilayahnya tak boleh dipakai menyerang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved