Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mengumumkan pemberian paket bantuan militer senilai US$345 juta atau Rp5,2 triliun untuk Taiwan. Paket ini diperuntukkan guna meningkatkan kemampuan pulau itu untuk mencegah invasi Tiongkok. Para diplomat Tiongkok memprotes langkah tersebut.
Keputusan yang diumumkan pada Jumat (28/7) ini, meliputi peralatan intelijen, pengawasan dan pengintaian serta amunisi senjata kecil. Senjata ini akan diambil dari cadangan AS sehingga memungkinkan pengirimannya lebih cepat dari biasanya.
"Ini adalah kemampuan yang dapat digunakan Taiwan untuk meningkatkan pencegahan invasi sekarang dan di masa depan," kata seorang juru bicara Pentagon.
Baca juga: Kim Jong Un Janji Perkuat Kerja sama dengan Tiongkok
Elemen-elemen dari paket ini untuk mengatasi keterbatasan stok pertahanan multi-sektor, kemampuan anti-tank dan pertahanan udara. "Kami sedang bekerja dengan cepat untuk memberikan bantuan militer yang diumumkan hari ini," lanjut juru bicara itu.
Kongres telah memberi wewenang kepada Presiden Joe Biden untuk memberi bantuan ke Taiwan dari stok militer AS, dengan cara yang sama seperti Washington telah memberikan bantuan dalam jumlah besar ke Ukraina sejak Rusia menginvasi pada Februari 2022.
Baca juga: Amerika Tidak Jadikan Papua Nugini Pangkalan Permanen
Sempat Terhambat
Dalam sebuah pernyataan, pihak Taiwan berjanji untuk bekerja sama dengan AS dalam menjaga perdamaian, stabilitas dan status quo di Selat Taiwan. Paket tersebut merupakan tambahan dari hampir US$19 miliar untuk sejumlah pesawat militer F-16 dan sistem senjata utama lainnya yang telah disetujui AS untuk Taiwan.
Pengiriman senjata-senjata itu sebelumnya sempat terhambat oleh masalah rantai pasokan selama pandemi covid-19 dan diperburuk oleh tekanan basis industri pertahanan global yang diciptakan oleh invasi Rusia ke Ukraina.
Taiwan berpisah dari Tiongkok pada 1949 di tengah perang saudara. Presiden Tiongkok Xi Jinping mempertahankan hak mereka untuk mengambil alih pulau yang sekarang memiliki pemerintahan sendiri, dengan kekerasan jika perlu.
Beijing menuduh AS mengubah Taiwan menjadi tong mesiu melalui penjualan senjata miliaran dolar yang telah dijanjikannya.
(Z-9)
Jepang umumkan jadwal pengerahan rudal darat-ke-udara di Pulau Yonaguni pada 2031. Langkah ini menjadi sinyal ketegasan Tokyo di tengah ketegangan dengan Tiongkok.
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Jepang tangkap kapal nelayan Tiongkok di Nagasaki. Ketegangan meningkat seiring sikap keras PM Sanae Takaichi terkait isu Taiwan dan ancaman militer Beijing.
Dalam pembicaraan telepon terbaru, Xi Jinping memperingatkan Donald Trump soal penjualan senjata ke Taiwan, sembari membahas kesepakatan dagang kedelai.
Pada babak 32 besar, Fajar/Fikri mengandaskan perlawanan ganda Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh lewat dua gim langsung 21-16, 21-10.
Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif impor barang Taiwan menjadi 15% sebagai imbalan investasi semikonduktor senilai US$250 miliar untuk kemandirian teknologi.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menunjukkan dampak investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved