Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNSTHAUS Zurich, salah satu museum seni terkemuka Swiss, menawarkan hadiah 10.000 franc Swiss (sekitar Rp165 juta) untuk informasi yang dapat membantunya melacak dua lukisan yang hilang.
Museum ini kehilangan jejak dua karya seni berjudul 'Soldiers in the Camp' karya Robert van den Hoecke dan 'Daffodils and Other Flowers in a Glass Vase on a Marble Slab (1673)' karya seniman zaman Keemasan Belanda Dirck de Bray.
"Kunsthaus Zurich telah kehilangan dua lukisan berharga sejak akhir Desember 2022. Menurut penyelidikan awal oleh polisi wilayah Zurich, telah terjadi pencurian," kata kepolisian dalam sebuah pernyataan, Selasa (20/6).
Baca juga : Museum Van Gogh Rayakan Hari Jadi yang Ke-50 Tahun
"Kunsthaus Zurich menawarkan hadiah hingga 10.000 franc Swiss untuk informasi yang mengarah pada penyelidikan kejahatan atau pemulihan lukisan," imbuh kepolisian.
Siapa pun yang mengetahui pelaku atau keberadaan lukisan diminta untuk menghubungi polisi.
Baca juga : Indonesia Minta Belanda Pulangkan Delapan Benda Bersejarah
Museum menurunkan lebih dari 700 karya untuk pembersihan dan restorasi setelah kebakaran terjadi pada Agustus 2022.
Tetapi tidak ada jejak dari kedua lukisan ini yang kemudian dapat ditemukan, dengan polisi mengatakan bahwa lukisan tersebut dicuri antara 21 September dan 22 Desember.
Kedua karya tersebut sama-sama dilukis di atas kayu ek, dibingkai dan dilapisi kaca.
Mereka telah terdaftar dalam Art Loss Register, database seni hilang dan dicuri terbesar di dunia.
Didirikan di London pada tahun 1990, register saat ini mencantumkan lebih dari 700.000 item.
Dengan hampir 4.000 lukisan dan patung serta 95.000 karya grafis, Kunsthaus Zurich memiliki salah satu koleksi seni terpenting di Swiss, yang berkisar dari abad ke-13 hingga saat ini. Sekitar 1.000 karya dipamerkan secara permanen. (AFP/Z-4)
Pengacara keluarga Cyane Panine mengungkap fakta baru terkait kebakaran maut di Bar Le Constellation, Swiss. Pemilik dituduh lalai hingga tewaskan 40 orang.
Tim Polandia resmi menjadi juara United Cup 2026 setelah mengalahkan Swiss 2-1 di final. Iga Swiatek dan Hubert Hurkacz catat sejarah baru.
Wali Kota Crans-Montana meminta maaf setelah terungkap Bar Le Constellation, lokasi kebakaran maut yang menewaskan 40 orang, tidak diaudit sejak 2019.
SWISS sedang dilanda salah satu tragedi terburuknya setelah kebakaran melanda satu bar di kawasan Alpine saat perayaan Malam Tahun Baru. Ini menewaskan lebih dari 40 orang.
BAR Le Constellation di resor ski Crans-Montana, Swiss, memiliki pintu keluar darurat. Sebagian besar orang di dalam tempat tersebut akan kesulitan menemukannya setelah kebakaran terjadi.
KEMBANG api yang diletakkan di atas botol sampanye tampaknya menjadi sumber kebakaran yang melanda satu bar yang ramai di Swiss selatan pada Hari Tahun Baru.
Lukisan "Pria Tanpa Wajah” karya Aura Kasih menuai kontroversi dan perhatian publik. Simak makna filosofis di balik karya seni abstrak tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menerima lukisan dari seorang anak bernama Billy yang sudah menunggu sejak pagi hari.
DUA seniman Tanah Air, Agus Wicak dan Zakimuh menggelar pameran tunggal bertajuk Bio Diversity dan Parodi. Pameran ini menyatukan dua kekuatan visual yang saling mengkritisi zaman.
SEBUAH karakter yang digambarkan sebagai sosok animasi gadis kecil yang menggemaskan dengan rambut merah dan mata besar menghiasi dinding yang ditempeli sejumlah lukisan.
SBY mengungkapkan, lukisan tersebut menggambarkan dua sisi kehidupan dunia saat ini yakni kekerasan akibat perang dan pentingnya berdamai dengan alam.
Menandai perjalanan 22 tahunnya, Global Auction menyelenggarakan acara spesial bertajuk Global Auction’s 22nd Anniversary Sale: Southeast Asian, Chinese, Modern and Contemporary Art
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved