Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMPURAN kembali terjadi di Ukraina Selatan. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa serangan balasan yang digencarkan oleh Kyiv telah gagal. Sebelumnya, Putin mengatakan bahwa serangan itu telah dimulai, setelah pihaknya mengantisipasi dan telah memukul mundur beberapa serangan Ukraina.
"Semua upaya serangan balasan sejauh ini telah gagal, tetapi potensi serangan rezim Kyiv masih tetap ada," kata Putin dalam sebuah video setelah Washington mengumumkan paket bantuan militer baru senilai US$2,1 miliar untuk Ukraina.
Moskow mengatakan bentrokan telah meningkat sejak Kamis (8/6) di wilayah tenggara Zaporizhzhia, tempat pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dan bergantung pada perairan Sungai Dnieper untuk kolam pendinginnya.
Pasokan air terancam oleh hancurnya Bendungan Kakhovka. Kondisi itu juga telah menyebabkan 600 kilometer persegi terendam air di wilayah selatan Kherson dan sekitar selusin orang tewas dan ribuan orang terpaksa mengungsi.
Baca juga: Kerusakan Bendungan Ukraina Berdampak Besar terhadap Lingkungan
Keberhasilan serangan militer Ukraina di Zaporizhzhia akan memungkinkan pasukannya untuk menerobos jembatan darat yang menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Krimea yang dicaploknya dari Ukraina. Hal itu akan menjadi pembalikan arah yang besar bagi Moskow.
Tentara Rusia dalam beberapa bulan terakhir telah memperkuat garis depannya di wilayah tersebut, mereka menggali parit berkilo-kilometer dan memperkuat pertahanan.
Tentara Rusia mengatakan bahwa mereka telah menangkis empat serangan di wilayah tersebut. Antisipasi dilakukan oleh pasukan hingga dua kelompok taktis batalyon, yang diperkuat dengan tank.
Meningkatnya pertempuran di selatan telah dilihat oleh banyak pengamat sebagai tanda bahwa serangan balasan sudah terjadi, atau akan segera dimulai.
Namun, Kyiv mengatakan bahwa pusat utama pertempuran masih berada di Ukraina timur, sementara itu, mereka memberikan sedikit rincian tentang situasi di selatan.
Baca juga: Polemik Proposal Rusia Ukraina Prabowo, Wapres Sebut akan Ditangani Presiden
Pasukan Kyiv didukung dengan berita tentang paket bantuan AS yang baru, meliputi bantuan rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot, peluru artileri, pesawat nirawak, dan amunisi sistem roket berpemandu laser.
Otoritas Gedung Putih mengatakan bahwa Rusia menerima bahan-bahan dari Iran untuk membangun pabrik drone di wilayahnya dan dapat beroperasi penuh pada awal tahun depan.
Washington memperkirakan bahwa Rusia telah menerima ratusan pesawat nirawak penyerang dan peralatan terkait dari Iran untuk membantu perangnya di Ukraina. (AFP/Z-6)
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved