Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAIH suara urutan ketiga dalam pemilihan umum presiden Turki putaran pertama Sinan Ogan secara resmi mendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin (22/5). Dukungan ini semakin memperkuat peluang Erdogan untuk menang dalam pemilu presiden Turki putaran kedua pada 28 Mei.
Sinan Ogan, 55, telah muncul sebagai penentu atau king maker setelah Erdogan maupun penantang utamanya, Kemal Kilicdaroglu, tidak mendapatkan mayoritas yang dibutuhkan untuk menang di putaran pertama pada 14 Mei lalu.
"Saya menyatakan bahwa kami akan mendukung Recep Tayyip Erdogan, kandidat dari Aliansi Rakyat, pada pemilihan putaran kedua," kata Ogan, merujuk pada aliansi pimpinan petahana yang mencakup partai-partai nasionalis dan Islamis.
Baca juga : Arti di Balik Kemenangan Erdogan bagi Turki dan Dunia
Dia mempercayai keputusan itu sangat tepat untuk Turki. Ogan, seorang mantan akademisi yang didukung partai anti-migran sayap kanan, meraih 5,17% suara dalam pemilu Turki putaran pertama. Ia dapat memegang kunci kemenangan di putaran kedua sekarang tersingkir.
Erdogan menerima 49,5% suara di putaran pertama, kurang dari suara yang dibutuhkan untuk kemenangan langsung yakni melebihi 50%, dibandingkan dengan 44,9% milik Kilicdaroglu.
Partai AKP, kendaraan politik Erdogan dan sekutu nasionalis juga mempertahankan mayoritas di parlemen dengan 600 kursi. Hal ini meningkatkan peluang Erdogan untuk terpilih kembali karena warga cenderung memilih petahana untuk menghindari pemerintahan yang terpecah, kata para analis.
Baca juga : KPU Turki Umumkan Hasil Suara Erdogan vs Kilicdaroglu
Ogan menyebut mayoritas parlemen Erdogan sebagai alasan di balik keputusannya mendukung sang presiden. "Penting bahwa presiden yang baru terpilih berada di bawah (kepemimpinan) yang sama dengan parlemen. Aliansi (Kilicdaroglu) di sisi lain, tidak dapat menunjukkan keberhasilan yang cukup untuk melawan Aliansi Rakyat yang telah berkuasa selama 20 tahun, dan tidak dapat membangun perspektif yang dapat meyakinkan kita semua mengenai masa depan," lanjutnya.
Dukungan Ogan terhadap Erdogan datang beberapa hari setelah ia mengadakan pertemuan mendadak dengan pemimpin Turki di Istanbul. Tidak ada pernyataan yang dibuat setelah pertemuan satu jam pada Jumat lalu.
Ogan bersikeras bahwa ia tidak terlibat dalam perjanjian apa pun dengan Erdogan seputar keputusannya ini. (Aljazeera/Z-3)
Menlu RI Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Erdogan di Istanbul untuk menyampaikan hasil Dialog 2+2 dan menegaskan kerja sama strategis bilateral.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Rencana Trump tentang Gaza menyerukan tata kelola internasional sementara atas wilayah kantong Palestina dan pembentukan dewan perdamaian yang diketuai oleh dirinya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan drone Ukraina terhadap dua kapal tanker di Laut Hitam yang menuju Rusia.
Persaingan Australia dan Turki dalam memperebutkan posisi tuan rumah KTT Iklim PBB (COP31) memanas. Jika tak tercapai kesepakatan, Jerman akan menjadi tuan rumah default.
Kaum nasionalis Turki menilai Erdogan maupun Kilicdaroglu mendapat dukungan dari mereka yang dianggap bersekutu dengan kelompok teror.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved