Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BRASIL sedang menyelidiki dugaan kasus flu burung A (H5N1) pada seseorang yang tinggal di negara bagian tenggara Espirito Santo. Sebelumnya penyakit ini terdeteksi menginfeksi unggas liar di wilayah itu.
Seorang pria berusia 61 tahun, yang bekerja di taman dengan tiga burung liar, dinyatakan positif Avian Influenza Patogen Tinggi (HPAI). Ketiganya sedang dipantau dan diisolasi setelah menunjukkan gejala flu ringan, kata kementerian kesehatan Brasil dalam suatu pernyataan.
Satu laboratorium rujukan di Espirito Santo sedang menganalisis sampel dari pria tersebut dan 32 orang lain yang juga bekerja di taman tersebut. Sementara manusia dapat tertular H5N1, tetapi kasusnya jarang.
Baca juga: Penambangan Ilegal Marak di Hutan Amazon Brasil
Pejabat kesehatan global mengatakan flu ini rendah risiko terhadap manusia. Brasil, pengekspor unggas terbesar di dunia, mengambil sikap ekstra hati-hati setelah deteksi subtipe H5N1 pada unggas liar.
Penularan subtipe virus yang sangat patogen ke kawanan komersial negara itu akan mempertaruhkan ekspor ayam hampir US$10 miliar karena larangan perdagangan oleh beberapa negara pengimpor. (CNA/Z-2)
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Kolaborasi bernama BICOLLAB ini berlangsung selama tiga tahun dan bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik, sistem kualitas, dan prosedur biosafety di BBVet Wates.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved