Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDERITAAN muslim Uighur tidak kunjung berakhir. Setelah terusir dari tanah kelahiran di Xinjiang, Tiongkok, mereka terpenjara di tempat pengasingan seperti yang dialami beberapa orang etnis tersebut di Thailand.
Seorang pria etnis Uighur Mattohti Mattursun yang ditahan oleh Thailand pada 2014 setelah melarikan diri dari Tiongkok meninggal dalam tahanan imigrasi. Dia menjadi pengungsi Uighur kedua yang meninggal dalam tahanan Thailand tahun ini.
Mattohti meninggal karena dugaan gagal hati di Pusat Penahanan Imigrasi Suan Phlu di Bangkok pada 21 April, menurut pernyataan 24 April dari Kongres Uighur Sedunia dan Proyek Hak Asasi Manusia Uighur (UHRP). Dia berumur 40 tahun.
Mattohti, yang juga dikenal sebagai Muhammad Tursun, adalah salah satu dari 350 warga Uighur, termasuk anak-anak, yang ditahan Thailand saat menuju Malaysia pada Maret 2014. Tahun berikutnya, 170 dari mereka dipindahkan ke Turki sementara lebih dari 100 dikirim kembali ke Tiongkok, yang menurut PBB mereka disiksa otoritas Negeri Tirai Bambu.
"Berapa banyak lagi kematian yang akan terjadi sebelum pihak berwenang Thailand bertindak dengan kemanusiaan untuk membebaskan orang-orang tak bersalah yang hanya mencari tempat berlindung yang aman," kata Direktur Eksekutif UHRP Omer Kanat dalam pernyataan tersebut.
Baca juga: Perusahaan Tiongkok Tinggalkan Myanmar Setelah Diprotes Warga
"Uighur di seluruh dunia dipenuhi dengan kesedihan karena para pengungsi ini telah dibiarkan dalam kesengsaraan selama sembilan tahun dan dunia tidak mengangkat satu jari pun untuk menyelamatkan mereka," tambahnya.
Presiden Kongres Uighur Dunia Dolkun Isa mengatakan ada kekhawatiran tentang kondisi penahanan di Thailand dapat menyebabkan kematian semua tahanan yang tersisa. Seperti banyak negara di Asia Tenggara, Thailand bukan merupakan pihak dalam Konvensi Pengungsi PBB 1951, membuat pencari suaka rentan ditangkap dan ditahan sebagai migran ilegal.
Kelompok Uighur mengatakan Mattohti dikirim ke rumah sakit pekan lalu setelah berminggu-minggu sakit perut parah dan muntah karena penyakit kuning. Dia meninggal tak lama setelah dirawat.
Thailand belum secara resmi mengonfirmasi kematiannya. Pada Februari, Aziz Abdullah yang berusia 49 tahun meninggal karena pneumonia setelah menghabiskan sembilan tahun di tahanan.
"Otoritas Thailand menempatkan orang dalam risiko dengan menahan mereka selama bertahun-tahun dalam kondisi yang mengerikan di pusat penahanan imigrasi. Kematian Mattohti Mattursun harus membunyikan alarm untuk mengakhiri kebijakan kasar yang memenjarakan pencari suaka dan pengungsi ini," kata Direktur Asia Human Rights Watch Elaine Pearson dalam sebuah pernyataan. (Aljazeera/I-2)
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Iran intensifkan GPS spoofing menggunakan teknologi Beidou Tiongkok. Simak dampaknya bagi penerbangan militer AS dan Israel.
Pemerintah Thailand panggil Dubes Iran, setelah Kapal bulk carrier Thailand, Mayuree Naree, terbakar setelah dihantam proyektil. Tiga kru diduga terjebak di ruang mesin.
Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mulai mengancam stabilitas keamanan energi di Thailand.
Pemerintah Tailan mengumumkan serangkaian langkah penghematan energi untuk instansi pemerintah dan perusahaan milik negara sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia.
Konflik Timur Tengah picu panic buying dan ancaman kelangkaan BBM di Thailand. Pemerintah pantau ketat pasokan seiring lonjakan harga di tingkat lokal.
Tim nasional futsal putri Indonesia bermain imbang 4-4 melawan Malaysia di Grup A Kejuaraan Futsal Putri ASEAN 2026 di Thailand. Hasil ini membuat peluang Indonesia ke semifinal semakin berat.
Skuad Garuda Pertiwi akhirnya diberangkatkan ke Negeri Gajah Putih setelah menuntaskan rangkaian pemusatan latihan yang berjalan intensif dalam beberapa pekan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved