Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Korea Selatan Yoon Suk Yeol terbang ke Washington, Senin (24/4) untuk kunjungan kenegaraan selama enam hari. Pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden itu guna meningkatkan kerja sama militer menyusul ancaman nuklir Korea Utara yang semakin meluas.
Diketahui, Pyongyang telah melakukan serangkaian peluncuran uji coba rudal balistik bulan ini.
"Kedua pemimpin akan menghabiskan banyak waktu bersama dalam berbagai acara untuk merayakan pencapaian aliansi Korea Selatan-AS selama 70 tahun, dan bertukar pandangan mendalam tentang masa depan aliansi," kata wakil penasihat keamanan nasional Kim Tae-hyo kepada para wartawan menjelang perjalanan tersebut.
Baca juga: Warga Asing Dievakuasi Dari Sudan Menyusul Perang yang Kian Memanas
Para analis mengatakan Yoon dan Biden akan memiliki banyak hal yang harus dibicarakan dalam pertemuan puncak mereka. Pasalnya mereka melihat pertemuan ini sepertinya diatur. “Kedua pemimpin tersebut memiliki beberapa topik yang tidak nyaman untuk didiskusikan,” kata Katharine Moon, Profesor Ilmu Politik di Wellesley College.
Kunjungan ini dilakukan ketika Yoon bergulat dengan publik Korea Selatan yang gelisah mengenai komitmen AS. Sebelumnya AS melakukan perluasan pangkalan, di mana aset-aset AS termasuk senjata nuklir berfungsi untuk mencegah serangan terhadap sekutu.
Baca juga: AS Janji Lindungi Korsel dari Ancaman Serangan Korut
Berdaarkan survei, mayoritas warga Korea Selatan sekarang percaya negara ini harus mengembangkan senjata nuklirnya sendiri. Yoon mengisyaratkan Seoul dapat mengambil opsi ini.
"Ada kebutuhan yang lebih besar bagi Amerika Serikat untuk menunjukkan komitmen pencegahannya di tingkat aliansi," kata Park Won-gon, seorang profesor Studi Korea Utara di Universitas Ewha di Seoul.
Presiden Korea Selatan telah melihat peringkat persetujuan domestiknya merosot, terpukul oleh ketidaksetujuan publik atas penanganannya terhadap kebocoran intelijen AS baru-baru ini yang tampaknya mengungkapkan bahwa Washington memata-matai Seoul.
Dia juga menghadapi reaksi keras di dalam negeri atas pertemuan puncak bulan Maret dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dengan para kritikus menuduhnya memprioritaskan diplomasi daripada menyelesaikan perselisihan atas perlakuan Tokyo pada masa perang terhadap warga Korea, termasuk kerja paksa dan perbudakan seksual.
Biden ingin agar kedua negara, yang merupakan dua sekutu regional utama Washington, untuk bekerja lebih erat dalam menangani Korea Utara. (AFP/Z-3)
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
Tim penasihat hukum khusus menuntut hukuman 10 tahun penjara bagi mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol atas dakwaan perintangan keadilan terkait darurat militer.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol jalani sidang tuntutan hari ini terkait kasus darurat militer Desember 2024. Vonis dijadwalkan pada Januari 2026.
Investigasi akan mencakup beberapa tuduhan penting, termasuk rencana darurat militer yang gagal dilaksanakan oleh Yoon.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved