Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 2010, Anju Khatiwada bergabung dengan Yeti Airlines Nepal. Dia mengikuti jejak suaminya, seorang pilot yang tewas dalam kecelakaan empat tahun sebelumnya ketika pesawat penumpang kecil itu jatuh beberapa menit sebelum mendarat.
Pada Minggu (15/1), Khatiwada, 44, adalah co-pilot dalam penerbangan Yeti Airlines dari Kathmandu yang jatuh saat mendekati Kota Pokhara, menewaskan sedikitnya 68 orang dalam kecelakaan pesawat paling mematikan di negara Himalaya itu dalam tiga dekade.
Sejauh ini, tidak ada korban selamat yang ditemukan di antara 72 orang di dalam pesawat.
"Suaminya, Dipak Pokhrel, meninggal pada 2006 dalam kecelakaan pesawat Twin Otter Yeti Airlines di Jumla," kata juru bicara maskapai penerbangan Sudarshan Bartaula kepada Reuters, merujuk pada Khatiwada.
"Dia mendapatkan pelatihan pilotnya dengan uang yang dia dapatkan dari asuransi setelah kematian suaminya," kata Bartaula.
Sebagai seorang pilot dengan jam terbang lebih dari 6.400 jam, Khatiwada sebelumnya telah menerbangkan rute wisata populer dari ibu kota, Kathmandu, ke kota terbesar kedua di negara itu, Pokhara, kata Bartaula.
Jenazah Kamal KC, kapten penerbangan, yang memiliki lebih dari 21.900 jam terbang, telah ditemukan dan diidentifikasi.
Baca juga: 19 Orang Tewas dalam Kecelakaan Jalan Raya di Senegal
Jenazah Kathiwada belum diidentifikasi tetapi dia diduga juga tewas.
"Pada Minggu, dia menerbangkan pesawat dengan pilot instruktur, yang merupakan prosedur standar maskapai," kata seorang pejabat Yeti Airlines, yang mengenal Khatiwada secara pribadi.
"Dia selalu siap untuk melakukan tugas apa pun dan telah terbang ke Pokhara sebelumnya," kata pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Reuters tidak dapat segera menghubungi anggota keluarganya.
Pesawat ATR-72 yang dikemudikan Khatiwada berguling dari satu sisi ke sisi lain sebelum jatuh di jurang dekat bandara Pokhara dan terbakar, demikian menurut keterangan saksi mata dan video kecelakaan yang di-posting di media sosial.
Perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan dari pesawat, yang dapat membantu penyelidik menentukan apa yang menyebabkan pesawat jatuh dalam cuaca cerah, ditemukan pada hari ini.
Hampir 350 orang telah tewas sejak 2000 dalam kecelakaan pesawat atau helikopter di Nepal --rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia, termasuk Everest-- di mana perubahan cuaca yang tiba-tiba dapat membuat kondisi berbahaya. (CNA/OL-16)
Pesawat ATR 42-500 yang berangkat dari Bandara Adisutjipto ke Makassar dipastikan telah melalui seluruh prosedur penerbangan sesuai standar bandara.
Secara sederhana, hilang kontak adalah kondisi di mana komunikasi dua arah antara pilot di dalam kokpit dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) terputus.
Selama 2025, Bandara Internasional Juanda melayani total 43 rute penerbangan. Terdiri dari 32 rute domestik dan 11 rute internasional.
Cuaca ekstrem tersebut berdampak sementara terhadap operasional penerbangan berupa holding kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat.
Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menegaskan tidak ada awak kabin yang mengalami cedera serius dalam insiden turbulensi penerbangan GA 712 rute Jakarta–Sydney.
Daftar maskapai paling sering delay di dunia sepanjang 2025. Ryanair, easyJet, Frontier hingga JetBlue mencatat tingkat keterlambatan tertinggi.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 belum bisa disimpulkan.
TIM SAR mendirikan tenda di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan setelah penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42 -500
SEHARI sebelum pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak ternyata mesin pesawat tersebut dilaporkan mengalami masalah.
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan hingga Minggu (18/1), proses pencarian pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan secara intensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved