Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mempertanyakan negara-negara Barat yang mengagungkan kebebasan pers. Tapi, negara-negara itu pula yang mencontohkan pengekangan dalam berpendapat.
"Mereka yang menuduh Turki melakukan penyensoran tetap diam melihat mereka (Twitter) yang melakukan penyensoran nyata. Kami melihat standar ganda yang sama dalam kasus perusahaan media sosial, yang baru-baru ini diambil alih itu," kata dia dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (5/1).
Ia mengatakan kebijakan Twitter dalam sensor terhadap isu maupun akun penggunaan merupakan satu contoh standar ganda kebebasan di Barat. Ketika itu dilakukan negara non-barat, negara-negara penguasa itu langsung mencapnya dengan tuduhan anti-kebebasan.
"Dengan siapa platform media sosial ini, yang konon tidak pernah berkompromi dengan kebebasan dan privasi pribadi. Tapi menyensor orang dan ide yang tidak disukainya terungkap satu per satu," imbuh dia.
Bahkan, kata dia, organisasi dunia dan hak asasi manusia yang vokal menyoroti kebebasan pers bungkam melihat aksi Twitter. "Mereka yang merampas hak komunikasi miliaran orang terus berbicara tentang demokrasi dan kebebasan seolah-olah tidak terjadi apa-apa," tutur Erdogan.
Dia juga mengkritik negara yang merangkul para anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang membocorkan rahasia negara dengan dalih karya jurnalis. Masyarakat dunia telah melihat negara-negara yang mempertanyakan demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan pers namun juga melakukannya.
"Kami belum pernah melihat atau mendengar media internasional menyebut pengunjuk rasa rompi kuning yang membakar jalan-jalan Prancis sebagai rasul demokrasi, dan mereka yang menggerebek gedung Capitol Amerika Serikat dengan senjata sebagai pejuang kemerdekaan," pungkasnya. (Anadolu Agency/OL-12)
Kantor Kepresidenan Turki membantah laporan mengenai pengiriman rudal anti-pesawat ke Iran. Ankara menyebut tuduhan keterlibatan dalam jatuhnya jet F-15 AS sebagai propaganda hitam.
Malaysia sukses uji terbang drone ANKA-THS di Labuan. Aset MALE buatan Turki ini disiapkan untuk memperkuat pengawasan strategis di wilayah Laut China Selatan.
Diversifikasi itu bertujuan mengurangi risiko gangguan pasokan, sebut laporan itu.
Turki sinyalkan intervensi ke Irak utara jika PKK dan PJAK terlibat perang Iran. Erdogan tegaskan sikap itu kepada Trump di tengah eskalasi konflik kawasa
Para ahli akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi; bagaimanapun juga, ledakan tercatat setelah benturan eksternal.
Izin ekspor untuk daging sapi dan kambing, minyak bunga matahari, biji minyak, kacang lentil hijau dan lentil merah saat ini tidak akan dikeluarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved