Rabu 28 Desember 2022, 09:51 WIB

PBB Desak Taliban Beri Hak Sekolah dan Bekerja Bagi Perempuan

Cahya Mulyana | Internasional
PBB Desak Taliban Beri Hak Sekolah dan Bekerja Bagi Perempuan

AFP
Timeline menunjukkan kebijakan Taliban garis keras terhadap pendidikan perempuan dan hak-hak perempuan di Afghanistan.

 

DEWAN Keamanan PBB menyerukan pengembalian hak perempuan untuk mengakses pendidikan dan pekerjaan. Larangan kedua hak tersebut oleh Taliban dapat menimbulkan kehancuran Afghanistan dan menodai komitmen Taliban.

"Pelanggaran hak asasi manusia yang tidak dapat dibenarkan itu harus segera dicabut," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Dia mengatakan larangan perempuan dan anak perempuan menghadiri sekolah menengah dan universitas di Afghanistan merupakan erosi penghormatan hak asasi manusia dan kebebasan mendasar.

Guterres menambahkan pembatasan itu dapat memicu penderitaan luar biasa dan kemunduran besar bagi potensi rakyat Afghanistan. Larangan perempuan menikmati ilmu pengetahuan dan bisnis dapat menghancurkan Afghanistan.

Baca juga: Taliban Perintahkan Seluruh Karyawati Berhenti Bekerja

Dalam pernyataan bersama, Dewan Keamanan PBB menilai larangan perempuan terlibat dalam pekerjaan kemanusiaan akan berdampak signifikan dan langsung untuk operasi kemanusiaan di negara itu.

"Pembatasan ini bertentangan dengan komitmen yang dibuat oleh Taliban kepada rakyat Afghanistan serta harapan masyarakat internasional," kata Dewan Keamanan PBB.

Institusi itu juga menyatakan dukungan penuh untuk misi politik PBB di Afghanistan, yang dikenal sebagai UNAMA. Empat kelompok bantuan global menangguhkan operasional karena ketidakhadiran perempuan untuk menjalankan program rutin.

Kepala Bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pekan lalu bahwa 97% warga Afghanistan hidup dalam kemiskinan, dua pertiga penduduk membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup.

Kemudian 20 juta orang menghadapi kelaparan akut dan 1,1 juta remaja perempuan dilarang sekolah. Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus tahun lalu. (France24/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP/YASUYOSHI CHIBA

Sekitar 550 Objek Budaya Ukraina Hancur Diserang Rusia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 22:38 WIB
WAKIL Direktur Jenderal Institut Ukraina Alim Aliev mengungkapkan sekitar 550 objek budaya Ukraina hancur akibat serangan rudal Rusia...
AFP/ILYAS AKENGIN

KBRI Ankara: Beberapa WNI masih Dalam Pencarian Pascagempa

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 21:41 WIB
Ada seorang ibu dengan dua anak yang sampai saat ini belum berhasil kami hubungi. Kata Dubes RI di...
Adem ALTAN / AFP

Erdogan Tetapkan Status Tanggap Darurat selama Tiga Bulan

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 07 Februari 2023, 20:20 WIB
Erdogan mengatakan status darurat itu berlaku di 10 provinsi yang paling terdampak gempa. Jumlah korban tewas di Turki mencapai 3.419...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya