Kamis 10 November 2022, 09:30 WIB

Demonstrasi Pro-Mahsa Amini di Iran Sudah Tewaskan 40 Polisi

Mesakh Ananta Dachi | Internasional
Demonstrasi Pro-Mahsa Amini di Iran Sudah Tewaskan 40 Polisi

MI/Mesakh Ananta Dachi
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad (kiri)

 

DUTA Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Azad mengungkapkan protes yang terjadi di Iran terkait kematian Mahsa Amini kini telah menewaskan setidaknya 40 polisi yang bertugas mengamankan jalannya protes.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, hingga saat ini, 40 polisi sudah dibunuh,” ujar Azad kepada wartawan, di Tanjung Priok, Rabu (9/11).

Azad juga mengungkapkan 3 minggu pascakematian Mahsa Amini, situasi di Iran sudah tertangani dengan baik. Namun, protes muncul kembali setelah adanya hasutan di media untuk menggalangkan protes kembali.

Baca juga: Dubes Iran Bantah Demonstran terkait Mahsa Amini Terancam Hukuman Mati

“Pada awal demonstrasi, hanya membutuhkan 3 minggu dan semua sudah tertangani,” imbuh Azad.

“Namun, intervensi dari media dan media sosial yang mengajak agar setiap Sabtu datang ke daerah dan jalan ini untuk berteriak dan berdemo, melakukan perusakan dan pembakaran di Iran. Bahkan mereka membakar Al-Quran, membakar masjid, dan bank. Yang lebih buruk, beberapa dari mereka menggunakan pistol untuk membunuh,” lanjutnya.

Azad juga memaparkan intervensi yang berasal dari Negara Barat juga menjadi penyebab protes yang berkepanjangan ini.

“Namun, propaganda dari media membuat demonstrasi dan kegemparan. Kekacauan. Dan sedihnya, hal ini menciptakan agitasi di media sosial, terutama media sosial yang diatur oleh negara negara Barat. Misalnya, Iran International, BBC Persian, mereka memiliki tujuan untuk membuat situasi yang lebih panas dan lebih kacau,” kata Azad.

Sebagai informasi, kematian Mahsa Amini pada 16 September 2022 silam telah menyebabkan gelombang protes besar besaran di Iran. Mahsa Amini, yang ditangkap oleh Polisi Moral Iran atas pelanggaran aturan berhijab dikabarkan tewas karena penyiksaan yang terjadi.

Namun, Pemerintah Iran membantah hal tersebut, dan mengungkapkan bahwa kematian Mahsa Amini disebabkan oleh gegar otak.

Kini, melansir dari Komisi Hak Asasi Manusia Iran, tercatat 304 orang demonstran tewas dalam protes atas kasus Mahsa Amini. (OL-1)

Baca Juga

RONALDO SCHEMIDT / AFP

Salju Hambat Tentara Ukraina, Zelensky Mengeluh ke NATO

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 30 November 2022, 18:30 WIB
Staf Umum Ukraina mengatakan pada pasukannya telah memukul mundur enam serangan Rusia dalam 24 jam terakhir di wilayah Donbas...
Ist

Ketua BPK Isma Yatun Terpilih Jadi Ketua Panel Pemeriksa Eksternal PBB 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 14:12 WIB
Ketua BPK RI, Isma Yatun, terpilih sebagai Ketua Panel Auditor Eksternal PBB (Chair of Panel of External Auditors of the United...
AFP/Thomas Coex

Emmanuel Macron Siap Bahas Ukraina dan Perdagangan dengan Biden

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 30 November 2022, 13:44 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Washington pada hari Selasa (29/11) untuk kunjungan kenegaraan pertama kepresidenan Joe...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya